BANDUNG, PelitaJabar – Cabang olahraga Wushu Kota Bandung siap tempur menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang bakal berlangsung November tahun ini.
“Soal persiapan, Insha Allah kita sudah siap. Tiga bulan terakhir ini waktu latihan kita tambah. Yang tadinya seminggu tiga kali menjadi 5 kali. Durasi latihan 3 jam. Kita juga sudah melakukan beberapa kali simulasi. Pokoknya siap tempur,” tegas Nur Lela, Sekretaris Umum Pengcab Wushu Indonesia (WI) Kota Bandung kepada PJ Selasa 13 Oktober 2026.
Lela begitu dia akrab disapa menyebut, Wushu Kota Bandung akan menurunkan16 atlet. Lima atlet turun di nomor sanda 5 dan 11 atlet main di nomor taulo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di nomor sanda putra 48kg, 60kg, 65kg, 70kg dan putri 52kg. Nomor lainya taulo taichi putra putri, dullian putra putri, wingchun putra putri, chang quan, jiang shu, quang shu putra putri, nanquan,l dan nandao putri.
“Venue untuk Cabor wushu berlangsung di Kota Bekasi. Tepatnya di GOR Bang Yan Patriot lapangan basket,” ucap Lela.
Disinggung kesiapan tuan rumah untuk menggelar Cabor Wushu, sudah siap.
“Untuk kesiapan tuan rumah sepengetahuan saya, tuan rumah cukup siap. Termasuk persiapan semua instrumen pertandingan yang diperlukan nanti di Porprov,” katanya.
Bagaimana dengan target?
“Kita tidak muluk-muluk dulu deh. Tiga emas saja cukup. Mudah-mudahan meleset ke atas jadi 4, 5 atau 6 emas,” ucapnya.
Dirinya berharap Wushu Kota Bandung bisa tetap seperti Porprov sebelumnya. Selalu punya tradisi membawa pulang medali emas ke Bandung.
“Harus ada kolaborasi sesuai job. Yang terpenting mendekati hari H-nya jangan sampai ada atlet yang cidera. Jaga kesehatan, lebih disiplin. Karena tidak ada hasil yang instan. Semua perlu proses dan penuh perjuangan,” ingat Lela.
Dia berpesan agar para atlet menjunjung tinggi spotivitas.
“Sikap sportifitas bukan hanya sebagai slogan saja. Karena hasil dari Porprov ini kita akan mencari bibit” untuk PON yang akan datang. Semoga di Porprov melahirkan atlet sekala Nasional. Kita bersaing dengan prestasi jangan dengan manuver” yang tidak semestinya,” tegas Lela lagi.
Terkait kinerja Ketua Umum Wushu Jabar Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo, menurutnya bagus.
“Salah satu kinerja kepemimpinan beliau yang nyata adalah baru satu bulan terpilih langsung mengadakan Kejurda sekaligus untuk dikirim kejurnas di Surabaya,” pungkasnya. ***








