Achmad Ru’yat : Terkait Pemekaran, Raperda RTRW Solusi Masyarakat Kabupaten Bogor

- Penulis

Jumat, 4 Februari 2022 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BOGOR, PelitaJabar – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat menyebut, Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kedepan akan menjadi Perda strategis demi terwujudnya pembangunan di Jawa Barat yang sustainable development.

Terlebih, bagi masyarakat Kabupaten Bogor, Perda RTRW ini menjadi penting apalagi terkait rencana pemekaran Bogor Barat yang harus segera di tindak lanjuti.

Namun, pemekaran itu belum bisa terealisasi karena pemerintah pusat belum mencabut moratorium CPDOB yang harus terhenti sementara karena adanya pandemi Covid-19.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‘Raperda RTRW ini bisa menjadi acuan dasar untuk masyarakat dalam berkontribusi membangun Jawa Barat kedepan terutama, Kabupaten Bogor,’ paparnya saat Sosialisasi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah di aula travel Ibnu Yaman, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jum’at 4 Pebruari 2022.

Disamping itu, menurutnya menjaga keseimbangan berbasis lingkungan rencana tata ruang ini akan dipersiapkan untuk 20 tahun kedepan.

‘Mana ruang terbuka hijau itu minimal 30 persen, sehingga para pengambil kebijakan ini dalam memprogram pembangunan harus mempertahankan ruang terbuka hijau, disini dijelaskan bahwa luas wilayah dan darat dan lautnya Jawa Barat ini 5,33 juta hektar penduduk hampir 50 juta,’ kata

Seperti diketahui, Jawa Barat berpenduduk hampir 50 juta, ditengah penduduk Indonesia yang mencapai lebih 200 juta, memiliki posisi sangat strategis.

Terlebih, Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk hampir 6 juta setara dengan penduduk negara Libya. Sementara benua Australia penduduknya 25.

‘Lalu semua bertanya, mengapa petani tidak sejahtera, karena lahannya rata-rata di Indonesia ini setiap petani itu paling top 0,5 hektar sementara di Australia petani itu makmur karena pengelolaannya 200 hektar, mungkin para tokoh masyarakat sering berinteraksi dengan masyarakat bagaimana pentingnya menjaga aset tanah, jadi masyarakat jangan mudah menjual tanah pertahankan karena itu peningkatan harganya berlipat-lipat,’ pungkasnya. ***

Komentari

Berita Terkait

Tiket KA Tembus 98 Ribu Lebih saat Libur Panjang Kenaikan Yesus
Radar CGI Buatan Len Perkuat Pertahanan “Langit” Nusantara
Tak Tahan KDRT, Puluhan Perempuan Geruduk Tegallega
Utang Rohmat Terpilih Aklamasi Pimpin DPD LDII Garut
Abdusy Syakur Amin Buka Musda VIII LDII 2026 Garut
Pangdam III/Slw Sebut KDKMP Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Desa
Naik 9,42 Persen, Penumpang KA Capai 1.765.705
Puluhan Bintang Semarakkan Karnaval SCTV di Jember

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:13 WIB

Tiket KA Tembus 98 Ribu Lebih saat Libur Panjang Kenaikan Yesus

Senin, 18 Mei 2026 - 16:57 WIB

Radar CGI Buatan Len Perkuat Pertahanan “Langit” Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:16 WIB

Tak Tahan KDRT, Puluhan Perempuan Geruduk Tegallega

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:19 WIB

Utang Rohmat Terpilih Aklamasi Pimpin DPD LDII Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:56 WIB

Abdusy Syakur Amin Buka Musda VIII LDII 2026 Garut

Berita Terbaru

Salah seorang peserta aksi

FEATURED

Tak Tahan KDRT, Puluhan Perempuan Geruduk Tegallega

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:16 WIB

H.Utang Rohmat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Garut di Musda VIII 2026. PJ/Dok

DAERAH

Utang Rohmat Terpilih Aklamasi Pimpin DPD LDII Garut

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:19 WIB

Bupati Garut berpose bersama Ketua LDII Jabar dan Garut disela Muada LDII III 2026 Kabupaten Garut. PJ/Dok

DAERAH

Abdusy Syakur Amin Buka Musda VIII LDII 2026 Garut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:56 WIB