BANDUNG, PelitaJabar – Tim PON XXI Kempo Jawa Barat yang bakal melakukan Training Camp (TC) di Jepang, akan mendapat bimbingan langsung pelatih asal Jepang yang dipastikan juga bakal bertugas sebagai wasit di PON XXI di Sumut-Aceh mulai 8 hingga 20 September 2024.
“Iya betul. Kami akan langsung ditangani pelatih asal Jepang. Terimakasih sekali, kami dapat dibimbing langsung pelatih Kempo asal Jepang. Mohon maaf belum dapat namanya siapa,” jelas Maria Sohlim, pelatih kepala tim Kempo PON Jabar kepada PJ Selasa (09/07/2024).
Cabang olahraga beladiri kempo berasal dari Jepang. Sehingga Maria dan tim pelatih lain memastikan TC atlet PON dilakukan ke Jepang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena memang kempo berasal dari sana. Dan kebetulan wasit PON pun katanya berasal dari sana nanti. Ada orang kempo asli orang Jepang yang kebetulan ditugaskan oleh PB Perkemi untuk memimpin pertandingan di PON nanti.”
“Jadi biar lebih apa ya, mungkin dalam penilaian caranya pasti berlainan . Kalau kita bertanya-tanya di venue kan tidak mungkin. Jadi saya dengan pengurus dan tim pelatih memastikan tim Pelatda PON XXI Kempo Jabar berangkat ke Jepang,” papar Maria.
Dikatakan, selama seminggu atlet Kempo Jabar mengetahui seperti apa yang benar. Sehingga kalau ada kesalahan bisa dapat koreksi langsung.
“Ini lo yang kita main. Lalu apa koreksi mereka. Hal inilah yang kita ingin tahu. Sehingga anak-anak tahu dan segera memperbaiki,” katanya.
Selain itu kata Maria satu Provinsi yang merupakan saingan berat Jawa Barat yaitu Kalimantan Timur (Kaltim) juga akan ke Jepang. Namun Kaltim berangkat pada Agustus.
“Kita mendahului mereka ke Jepang pada Juli sekarang. Tentu Kaltim punya tujuan yang sama dengan kita. Yaitu ingin mengetahui bagaimana penilaian yang benar dan netral. Sehingga akan menjadi acuan buat mereka pula pada saat penilaian para wasit Kempo di PON nanti,” jelasnya.
Disebutkan, Kaltim dengan Jabar sama-sama berada di peringkat atas hasil BK PON lalu. Sama meraih 4 medali emas.
Hanya beda medali perak saja. Di BK kempo lalu, tempat pertama Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan 4 medali emas, Kaltim posisi kedua juga dengan 4 medali emas dan Jabar ditempat ke tiga juga 4 medali emas. Beda ketiga provinsi hanyalah di jumlah medali perak saja.
Di PON XXI 2024 nanti tim Kempo Jabar akan turun hanya di 10 nomor embu dan tidak meloloskan atletnya di nomor randori.
“Kami akan konsen memoles medali perak untuk bisa menjadi medali emas. Dan berusaha semaksimal mungkin mempertahankan 4 medali emas tersebut. Ini sudah menjadi tekad dan target tim untuk memberikan kontribusi pada Jawa Barat dalam mengusung target dan mewujudkan “Jabar Hattrick”. Kami sangat optimis sekali.”
“Paling tidak dapat mempertahankan 4 medali emas di BK untuk PON nanti dan berharap tambahan medali emas lagi dari polesan medali perak. Kalau pun tidak dua. Ya satu perak bisa jadi emas. Sehingga harapan besar kami dengan targer.5 medali emas dapat tercapai,” beber Maria.
Ikhtiar katanya akan dilakukan. Tentunya dengan harapan doa restu keluarga besar Olahraga Kempo Jawa Barat dan masyarakat Jawa Barat.
“Biarlah kami yang berjuang dengan lahirnya, bathinya kami minta doa restu seluruh masyarakat Jawa Barat. Itu harapan terbesar kami kepada masyarakat Jawa Barat,” harap peraih medali emas PON tahun 1993 dan tahun 1996 ini.
Keselamatan atlet adalah yang utama” Peringatakan yang disampaikan Binpres KONI Jabar Kang Fery Hendarsin itu juga menjadi pegangan tim Kempo ke Jepang.
“Walau pun kempo tidak turun di body contact, tapi pada nomor embu juga ada bantingan dan kuncian. Ini juga kami akan kawal. Agar atlet hati-hati dan selalu waspada dan menjaga keselamatan. Karena salah jatuh juga bisa fatal. Kami tidak mau kalau atlet cidera,” ingat Maria lagi.
Selain serius dan konsen untuk TC di Jepang, para atlet juga akan menikmati kota Jepang.
“Setelah fokus TC, mereka para atlet kami beri juga kesempatan untuk bermain-main atau refreshing. Untuk melonggarkan otot-otot yang tegang dan mata yang selalu melihat pasangan latihan saja, kita berikan juga waktu untuk atlet jalan-jalan menikmati Jepang. Saya sudah beberapa kali ke Jepang. Saya akan jadi “guide” para atlet nanti,” tambahnya.
Menjelang ke Jepang Maria yang sudah malang melintang dan berprestasi dunia dalam olahraga kempo ini meminta para atlet untuk tetap semangat.
“Harus tetap semangat. Tekadkan dalam diri atlet bahwa mereka itu bisa meraih hasil terbaik di PON nanti. Jadikan keberangkatan ke Jepang adalah sebagai niatan untuk membawa nama harum Jawa Barat di PON Sumut-Aceh. Itu barangkali ya,” pungkasnya. Joel