GUNA menopang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tetap berdaya di tengah hantaman Pandemi COVID-19, salah satunya melalui perencanaan. Dengan demikian, setiap langkah dalam menjalankan bisnis usaha, dapat terukur.
Perencanaan sendiri memiliki dua arti, Pertama sebagai pijakanan (titik awal) dari keseluruhan proses manajemen. Kedua, berfungsi mengarahkan segenap aktivitas dalam organisasi.
Disamping fokus pada tujuan yang hendak di capai, perencanaan membantu menghadapi ketidakpastian dan mengantisipasi permasalahan di masa pandemic.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan bahkan ribuan pelaku usaha terkena dampak pandemic COVID-19, tidak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia.
Kegiatan perencanaan produksi dimulai dengan melakukan peramalan-peramalan (forecast) untuk mengetahui apa dan berapa produksi yang dibutuhkan.
Perencaanaan juga diperlukan sebagai dasar montoring dan pengawasan dalam dunia usaha.
Dampak pandemi memberikan pengaruh yang cukup dahsyat, terlebih pada dunia usaha. Para pelaku UMKM perlu merespon perubahan dengan melakukan adaptasi strategi dalam menghadapi usaha agar hasil lebih optimal dengan melakukan perencanaan penjualan dan operasi.
Kondisi demikian juga menyebabkan kegiatan produksi menurun, bahkan beberapan sector mengalami pemberhentian.
Kesulian yang di hadapi perusahaan tersebut timbul lantaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sehingga supply shock dan demand shock secara bersamaan menjadi stagnan.
Disamping itu, PPKM juga mengakibatkan bahan baku sulit didapat. Aibatnya, perencanaan produksi terkendala karena banyak perusahaan penyedia material tidak produksi serta toko-toko tutup.
Karena itu, dengan perencanaan produksi, rencana produksi bulanan akan mudah direncanakan secara matang. Tingkat permintaan kostan atau waktu produksi tidak menjadi kendala.
Selain mencapai tingkat / level keuntungan (profit) tertentu, misalnya hasil (output) yang diproduksi tercapai, tujuan perencanaan juga mengejar persentase tertentu dari keuntungan (profit) setahun terhadap penjualan (sales) yang diinginkan. Karena untuk menguasai pasar, perusahaan harus memiliki pangsa — pasar ( Market Share) tertentu.
Agar perusahaan pabrik dapat bekerja pada tingkat efesiensi tertentu, dan pekerjaan tetap berkembang, perlu diperhatikan efisiensi fasilitas yang ada pada perusahaan tersebut.
Kondisi ekonomi juga dapat mempengaruhi perencanaan penjualan dan operasi dari dalam dan internasional.
Pada dasarnya perencanaan penjualan memeberikan gambaran besar bagi pendekatan perencanaan produksi. Sedangkan perencanaan penjualan untuk memspesifikasikan kombinasi optimal dari tingkat operasi produksi, kebutuhan tenaga kerja hingga persediaan yang ada. ***