Ultraverse Festival di tiga kota yang menjangkau sekitar 25.000 penonton berhasil menciptakan dampak keberlanjutan nyata, dengan mengalihkan 1.754 kilogram sampah dari TPA serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram CO₂e, setara dengan 700.000 kali pengisian daya smartphone atau perjalanan kendaraan sejauh 33.000–40.000 kilometer
JAKARTA, PelitaJabar – Ultraverse Festival, konser musik berskala besar serentak di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar belum lama ini, menjadi momentum peluncuran XL Ultra 5G+, sekaligus menghadirkan standar baru penyelenggaraan event ramah lingkungan di Indonesia.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys mengatakan, penerapan Zero Waste to Landfill dan Responsible Waste Management, adalah komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan dan prinsip ESG (Environmental, Social and Governance) ke dalam setiap inisiatif bisnis, salah satunya di Ultraverse Festival.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui pendekatan ini, setiap penyelenggaraan kegiatan besar dirancang dengan prinsip keberlanjutan yang terukur dan dapat direplikasi.“ bebernya Jumat 27 Februari 2026.
Dikatakan, penerapan Zero Waste to Landfill dilakuka sejak tahun lalu di Axis Nation Cup.
“Kami berhasil mengumpulkan sebanyak 4.200 kilogram sampah di acara AXIS Nation Cup,” tambahnya.
Dari penyelenggaraan Ultraverse Festival di tiga kota dengan total penonton sekitar 25.000 orang, XLSMART bersama para mitra berhasil menciptakan dampak keberlanjutan signifikan.
Tercatat, 1.754 kilogram sampah berhasil dialihkan dari TPA, serta berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram CO₂e.
Pengurangan emisi tersebut setara dengan sekitar 700.000 kali pengisian daya smartphone, atau perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh 33.000–40.000 kilometer.
Manager marketing communication & partnership Waste4Change, Pandu Priyambodo mengapresiasi komitmen XLSMART dalam menghadirkan XL Ultraverse Festival.
“Melalui kolaborasi ini, sampah acara dikelola secara bertanggung jawab agar tidak berakhir di TPA, serta berkontribusi pada pengurangan lebih dari 6,6 ton emisi CO₂, setara dengan menumbuhkan lebih dari 300 pohon selama satu tahun.” pungkasnya.
Co-founder of Z Bio , Fredric Tanuwijoyo mengatakan, ATLAS sebagai tempat penyelenggaraan Ultraverse Festival Bali telah bermitra dengan Z Bio untuk mengelola limbah makanan secara paling berkelanjutan.
“Limbah makanan yang telah dipilah diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik, kemudian disalurkan kepada para petani lokal di Bali. Model ekonomi sirkular ini tidak hanya membantu mengatasi permasalahan sampah, tetapi juga mendorong praktik pertanian regeneratif.” ucapnya. ***









