Begini Sejarah Beberapa Masjid di Indonesia, Bahkan Ada Masjid Dikunjungi dari Berbagai Negara

- Penulis

Rabu, 20 April 2022 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEBAGAI salah satu kewajiban untuk Tugas Mata Kuliah Karya Wisata di MMI STIE STEMBI Bandung, penulis diharuskan melakukan perjalanan ke 3 Propinsi di Indonesia.

Alhasil penulis memutuskan melakukan perjalan ke beberapa kota, bukan lazimnya seperti perjalanan refreshing biasa, namun disini penulis mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari orang-orang sukses.

Tugas karya wisata dilakukan ke Daerah Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Berakhir di Propinsi Sumatra Selatan, tepatnya ke Martapura.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persiapan akomodasi, administrative terkait surat perijinan dari Kampus untuk tempat tujuan sudah disiapkan jauh hari. Tak perlu menunggu lama, berkat teknologi yang kian canggih, semua urusan surat menyurat selesai dalam hitungan menit.

Penulis saat berada di kawasan TMP OKU Sumasel. Foto – Dok Pribadi

Perjalanan karya wisata melalui Jalur Pantai selatan sehingga dapat berkunjung ke beberapa tempat wisata alam, seperti Pantai Jetis, Karang Bolong, Petahana dan Pangandaran.

Sedangkan destinasi di Sumatra Selatan, menggunakan kapal verary dari Tanjung Merak, berkunjung keperkebunan Sawit dan karet, menjadi pelengkap tugas mata kuliah ini menjadi makin berkesan.

Lalu Penulis bekunjung Ke Masjid Masjid, tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas perkuliahan, namun sebagai seorang muslim, senantiasa berusaha beribadah di Rumah Allah.

Menurut penulis, Masjid adalah tempat transit yang sangat menenangkan, tidak sekedar menghilangkan rasa lelah, namun dapat meningkatkan kembali nilai rukhiyah.

Penulis berkesempatan mengunjungi Masjid Jogokariyan di Jogyakarta, Masjid Mujahiddin di Majenang, Masjid Baetul Bakti Banjar, Mesjid Sabilul Muttaqin di Martapura, Masjid Jami’ Nurul Hidayah Pemetung Basuki.

Penulis juga bersilaturahim Kepada Tokoh Masyarakat pengurus masjid setempat, diantaranya H. M. Khalid Mawardi, S.Sos. M. Si.

Beliau adalah Ketua DKM dan mantan Bupati Martapura yang mendapatkan Kalpataru Adipura Kota Terbersih.

Penulis saat berada di Masjid Jogokariyan. Foto-Dok Pribadi

Tak hanya itu, bapak Khlaid pun mendirikan Universitas di Martapura, beliau merupakan sosok pemimpin yang ramah, bersahaja dan sarat dengan ilmu.

Karena banyak sekali historis yang diceritakan terkait Pendirian Masjid. Dia juga mengisahkan pengalaman dalam mengajak warga untuk beribadah sholat Jumat perdana di Masjid yang baru dibangun. Bahkan, dirinya tidak sungkan memberikan masukan dan nasihat terkait Inovasi.

Sedangkan H. Muhammad Amin, merupakan Ketua Yayasan dari Masjid Mujahidin. Diusianya yang sudah tidak muda lagi, cita-cita dan harapan Muhammad Amin sangat tinggi, dimana lokasi masjid berada tepat didepan bangunan Sekolah Menengah Atas (SMU).

Berkat semangat yang gigih dalam membina generasi, Masjidnya selalu digunakan untuk kegiatan kebersamaan Jama’ah dari beberapa Desa di Kota Majenang.

Sementara Bapak M. Syaripudin, pengurus Masjid Jogokariyan, menceritakan asal mula Masjid Jogokariyan, dimana awalnya lingkungan tersebut tidak kondusif, namun berkat kegigihan dan upaya yang dilakukannya, akhirnya masyarakat menjadi agamis dan makmur.

Penulis dengan salah satu tokoh masyarakat setempat. Foto- Dok Pribadi

Di Masjid Jogokariyan, berbagai tamu berkunjung ke masjid ini. Tak hanya domestik, bahkan tamu dari berbagai negara yang ingin study banding mempelajari manajemen mesjid, pernah singgah.

Bagi penulis, tidak ada yang mustahil jika ingin perubahan dapat terwujud berkat orang orang yang kreatif dan ber inovasi tinggi seperti halnya bapak M. Syaripudin.

Masjid memiliki peta dakwah jelas, data base penduduk, dan sejumlah program demi meningkatkan iman dan ketaqwaan para jamaah.

Masjid sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat, ATM beras, menjadi tulang punggung warga, Pembinaan Ummida, takmir, shufah dan lain sebagainya.

Masjid fenomenal di era tekologi dan informasi, adalah Mesjid yang melakukan sinkronisasi terhadap perkembangan dan perubahan zaman.

Penuh kreatifitas dan inovasi, memfungsikan peran masjid seperti pada zaman Rasulullah sesuai dengan panduan Alquran, sebagai Masjid Percontohan di era Milenial.

Semoga kunjungan penulis dari satu masjid ke masjid ini, dapat diambil pelajaran dan hikmah.

wallahualam bisawab ***

 

Komentari

Berita Terkait

Catat Sejarah, Universitas BTH Sabet Tiga Akreditasi Unggul
Pangdam III/Slw Paparkan Program ‘Prajurit Bersekolah’ ke UNPAK
Festival Forsgi Bentuk Karakter Anak Tangguh & Sholeh
Pangdam III/Slw : Sertijab Dinamika Organisasi, Jadikan Tugas Sebagai Ladang Pengabdian
Pengamanan Freeport Sukses, Pangdam III/Slw Apresiasi Yonif 301/Prabu Kian Santang
Soliditas Internal Organisasi, Kunci Sukses Kejurnas Karate
Hadi Tjahjanto Buka Kejurnas Karate 2026 di Jabar
Pangdam III/Slw Sebut Dunia Usaha Berkontribusi Ciptakan Stabilitas Nasional

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:55 WIB

Catat Sejarah, Universitas BTH Sabet Tiga Akreditasi Unggul

Senin, 11 Mei 2026 - 16:10 WIB

Pangdam III/Slw Paparkan Program ‘Prajurit Bersekolah’ ke UNPAK

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:45 WIB

Festival Forsgi Bentuk Karakter Anak Tangguh & Sholeh

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pangdam III/Slw : Sertijab Dinamika Organisasi, Jadikan Tugas Sebagai Ladang Pengabdian

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:37 WIB

Pengamanan Freeport Sukses, Pangdam III/Slw Apresiasi Yonif 301/Prabu Kian Santang

Berita Terbaru

Universitas BTH tahun ini berhasil meraih Akreditasi Unggul untuk tiga program studi sekaligus. PJ/Dok

FEATURED

Catat Sejarah, Universitas BTH Sabet Tiga Akreditasi Unggul

Senin, 11 Mei 2026 - 19:55 WIB

Peserta Festival Forsgi Jabar berose bersama sebelum pertandingan. PJ/Joel

FEATURED

Festival Forsgi Bentuk Karakter Anak Tangguh & Sholeh

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:45 WIB