Calon Kuat Ketum PSSI Jabar, Buky Wibawa Sebut Tiga Pilar Ini Harus Dijalani Sepakbola

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon kuat Ketua PSSI Jawa Barat Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si (bertopi) foto bersama dengn manejer Tim Persib Bandung H. Umuh Muchtar. PJ/Joel

Calon kuat Ketua PSSI Jawa Barat Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si (bertopi) foto bersama dengn manejer Tim Persib Bandung H. Umuh Muchtar. PJ/Joel

BANDUNG, PelitaJabar – Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M. Si berpeluang besar memimpin PSSI Jawa Barat guna memajukan persepakbolaan Jawa Barat yang dinilai jauh tertinggal dari provinsi lainnya di Indonesia.

Kang Buky begitu Ketua DPRD Jabar ini akrab dipanggil, bukanlah orang baru di dunia sepakbola. Cukup lama mantan wartawan majalah Vista dan pelaku seni ini menjabat posisi yang cukup srategis sebagai bagian dari penugasan salah satu klub bersejarah di Persib yaitu klub UNI.

Kecintaannya terhadap sepak bola tidak pernah pudar dan gak perlu diragukan lagi. Meski sempat berada di luar lingkaran langsung pembinaan sepakbola yang banyak masanya ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau orang sudah pernah mencintai bola, pasti akan balik lagi mencintai bola. Hanya sekarang konteksnya berbeda. Lebih luas dan lebih strategis,” ucap Kang Buky pada bincang-bincang dengan media, Selasa 9 Desember 2025.

Dirinya mengaku terpanggil untuk maju memimpin PSSI Jabar, setelah mendapatkan informasi, kalau perkembangan sepak bola tertinggal dibandingkan daerah lain.

“Saya pikir ini gak bisa dianggap main-main. Ini harus men jadi “warning” buat kita semua insan sepakbola. Bagaimana Jabar tetap menjadi barometer sepak bola di Indonesia,” tegasnya.

Keseriusan menahkodai PSSI ditunjukkan dengan menawarkan konsep tiga pilar utama yang mesti dijalani.

Tiga pilar utama ini sangat sangat penting dalam membangun sepak bola di Jabar, semua terkait dukungan komunal, pemerintah dan swasta.

“Pertama dukungan komunal klub-klub, Askot serta Askab, sampai Bobotoh itu sudah sangat kuat. Yang kedua dukungan pemerintah, ini masih perlu diperkuat. Yang ketiga adalah peran swasta melalui sponsorship dari pihak ketiga,” paparnya.

Tiga komponen pilar utama itu, akan menentukan arah sepak bola Jabar. Apakah bisa bertahan dan berkembang. Namun dalam tataran teknis, Kang Buky berjanji tidak akan mencampurinya.

“Saya bukan orang tehnis dalam sepakbola. Pasti ada ahlinya. Saya tidak akan masuk ke ranah terlalu teknis. Justru saya akan terus bertanya dan melibatkan mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi di sepak bola,” janji Kang Buky.

Menurutnya, para pengelola klub dan pengurus Askot dan Askab adalah sosok-sosok yang telah teruji dengan waktu. Tentunya melalui pengorbanan dan kesetiaan.

“Jelas sangat sulit mencari orang baru kalau tidak benar-benar “gila bola”. Mereka ini yang sudah teruji, dan itu harus diapresiasi,” ujarnya lagi.

Yang menarik dalam pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PSSI Jabar adalah bahwa Kang Buky juga telah berdiskusi panjang dengan Gubernur Jawa Barat KDM terkait penguatan peran pemerintah.

Dia mengatakan Pemerintah memiliki komitmen membangun sepak bola dari akar rumput. Mulai dari penyediaan lapangan yang layak, hingga pengembangan berbagai liga.

“Ke depan bisa dikembangkan apakah Liga Desa, Liga Pesantren, Liga Pelajar, dari usia belasan sampai dewasa,” tuturnya.

Kakak kandung Nicky Astria ini juga menyoroti kecilnya alokasi anggaran olahraga dari APBD yang menurut kajian masih sangat terbatas.

“Jawa Barat itu anggaran olahraganya sekitar 1,1 persen dari APBD. Ini perlu evaluasi bersama. Padahal secara komunal kita sudah sangat kuat. Tinggal diperkuat dari sisi Pemerintah dan swasta,” bebernya.

Disinggung keterkaitan politik dalam dunia olahraga, menurutnya fenomena politisi memimpin cabang olahraga sudah terjadi di banyak daerah.

“Yang terpenting adalah bagaimana semua potensi ini disatukan untuk kemajuan sepak bola Jawa Barat. Itu yang ingin saya tawarkan jika nanti memimpin PSSI Jabar,” pungkasnya. Joel

Komentari

Berita Terkait

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI
Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung
Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA
Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP
Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta
TPA Sarimukti Over Kapasitas, Farhan Ajak Masyarakat Bijak Kelola Sampah
Komisi III Bahas Sejumlah Agenda dengan DSDABM Kota Bandung
Faktor Penurunan Kualitas Sinyal Wifi Berdasarkan Jarak dan Penghalang

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:37 WIB

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:12 WIB

Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung

Senin, 19 Januari 2026 - 10:43 WIB

Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA

Senin, 19 Januari 2026 - 10:10 WIB

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:21 WIB

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta

Berita Terbaru

Ir. Andrian Tejakusuma saat menjadi pembicara kegiatan KONI Kota Tasikmalaya. PJ/Joel

FEATURED

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI

Selasa, 20 Jan 2026 - 08:37 WIB

Prof.Sucipto (baju batik) saat Musprov PSTI Jabar. PJ/Joel

FEATURED

Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung

Selasa, 20 Jan 2026 - 08:12 WIB

YBM BRILiaN meluncurkan Mustahik Income Generating Program (MIGP) di dua lokasi, Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis. PJ/Dok

EKONOMI

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP

Senin, 19 Jan 2026 - 10:10 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung membatalkan perjalanan ke Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang akibat genangan air. PJ/Dok

FEATURED

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta

Minggu, 18 Jan 2026 - 20:21 WIB