Dinkes Kota Bandung Sebut 1.218 Balita Alami Gizi Buruk

- Penulis

Selasa, 23 Februari 2021 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyebutkan, pada 2019 lalu permasalahan gizi di Kota Bandung mencapai di angka 3,22% atau 678 balita dengan gizi buruk dan 3.321 lainnya gizi kurang.

Sedangkan pada tahun 2020, naik menjadi 5,33% yakni 1.218 balita gizi buruk dan 4.490 lainnya mengalami gizi kurang.

“Tapi Balita yang diukur di tahun 2020 juga berkurang. Tahun 2019 sebanyak 132.578 orang, sementara 2020 hanya 107.189 orang, ini karena kondisi pandemi,” papar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Bandung, Dewi Primasari Selasa (23/02/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, permasalahan gizi buruk tidak hanya terjadi di Kota Bandung saja, tapi juga tingkat nasional.

Beberapa inovasipun dijalankan. Seperti Beas Bereum, Rembulan, dan Sigurih.

Beas Beureum yaitu Bekel Anak Sekolah Bergizi Enak dan Murah, Rembulan yaitu Remaja Bandung Unggul Tanpa Anemia, dan Sigurih yaitu Studi Intensif Gizi Untuk Indonesia Hebat.

“Itu penanganan mulai dari level SD, SMP, SMA. Kita ini berbasis sekolah makanya kita bisa kerjakan se Kota Bandung,” terangnya.

Program lainnya berkolaborasi dengan PKK yaitu Bandung Tanginas.

Adapun inovasi lainnya yang sudah diterapkan di Kecamatan Bandung Wetan dan Kecamatan Antapani yaitu Omaba (Ojek Makanan Balita).

Melalui inovasi Omaba, kader PKK akan memasak makanan sehat kemudian mengantarkannya ke rumah Balita penyandang masalah gizi.

“Dan hampir setiap puskesmas punya inovasi untuk menangani gizi buruk dan itu macam-macam, diselesaikan sesuai kondisi di wilayahnya, dan Omaba ini salah satunya,” pungkasnya. Rls

Komentari

Berita Terkait

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama
Lemahnya Buffer Fisik dan Likuiditas Jadi Resiko Besar Bagi Indonesia
Pengangguran Capai 7,44 Persen, Pemkot Bandung Genjot Padat Karya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 13:45 WIB

Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih

Rabu, 15 April 2026 - 08:53 WIB

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

TP PKK Jabar resmi membuka Babak Penyisihan Wilayah I Lomba Paduan Suara

FEATURED

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Rabu, 15 Apr 2026 - 08:53 WIB