Dongkrak PAD, Wagub Minta Jangan Pakai Gaya Lama

- Penulis

Kamis, 18 Juli 2019 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar — Pemprov Jawa Barat terus melakukan inovasi untuk mendongkrak pendapatan daerahnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dalam Rakernas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi se-Indonesia bertajuk ‘Optimalisasi Pajak Daerah’ di Crowne Plaza Hotel Bandung, Kamis (18/7).

Menurut UU,  Bapenda Jawa Barat sendiri telah menerima banyak penghargaan dari berbagai lembaga atas inovasi dan prestasi yang diraih. Inovasi teranyar adalah Samsat J’bret atau Samsat Jawa Barat ‘Ngabret.’

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut merupakan inovasi dan kolaborasi  Tim Pembina Samsat Jawa Barat untuk memudahkan Wajib Pajak saat melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan.

Lewat layanan tersebut, pembayaran PKB Tahunan Provinsi Jawa Barat Wilayah Hukum Polda Jawa Barat kini bisa dilakukan di Polsek, Indomaret, Alfa Mart, Alfa Midi, hingga melalui financial technology seperti Tokopedia, Bukalapak dan Kaspro.

“Intinya kita permudah masyarakat untuk membayar pajak, kita ciptakan inovasi supaya bayar pajak mudah, murah, dan cepat,” kata Uu.

Meski begitu, Uu berujar masih banyak target yang harus dicapai terkait pendapatan daerah. Saat ini, jumlah penunggak pajak kendaraan mencapai sekitar 30% dari total wajib pajaknya.

Untuk itu, perlu adanya kerja sama antar aparat penegak hukum, seperti pola operasi gabungan bersama Tim Pembina Samsat, agar efektif menghadirkan sikap taat pajak.

Selain itu, kata Uu, insan pajak sendiri harus memberi pelayanan prima serta rajin melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perpajakan. “Komunikasi dengan masyarakat adalah kunci, salah satunya bisa dengan aktif di jagat digital,” ucap Uu.

“Jangan pakai gaya lama, harus cepat, pelayanan, prima, mudah, dan cepat. Insyaallah pendapatan daerah akan meningkat dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Adapun pendapatan daerah dari sektor perpajakan menjadi penting dan strategis untuk menyokong pembangunan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Bapenda Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko, Rakornas yang digelar pun bakal membahas strategi peningkatan pajak daerah untuk mendukung pembangunan.

Ikut dibahas terkait perhitungan dasar pajak kendaraan bermotor, PKB, dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), pemenuhan pajak air permukaan, dan sejumlah topik terkini lainnya.

“Rakernas juga bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pusat dan daerah agar perencanaan pembangunan daerah berorientasi kepada seluruh program dan sukses sesuai dengan rencana,” kata Hening.

Selain para pejabat struktural Bapenda dari berbagai provinsi di Indonesia turut hadir Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri, Hendrawan. Mal/Rief

Komentari

Berita Terkait

Sampah Mulai Terangkut, 4 dari 10 Kecamatan Baru Capai 50 Persen
Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani
Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang
Awas Ketinggalan, Penutupan Boarding 5 Menit Sebelum Kereta Berangkat
Layanan Tertinggi Angleb 2026, Puluhan Ribu Pelanggan Berangkat dari Daop 2 Bandung
KONI Jabar Terus Matangkan Persiapan Porprov 2026
Lepas Mudik Bersama Warmindo, Yasierli Sebut Bentuk Kepedulian Perusahaan
Cek Pengguna Narkoba, BNN Sidak Petugas Operasional Stasiun Bandung

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:52 WIB

Sampah Mulai Terangkut, 4 dari 10 Kecamatan Baru Capai 50 Persen

Senin, 23 Maret 2026 - 12:59 WIB

Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:57 WIB

Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:25 WIB

Awas Ketinggalan, Penutupan Boarding 5 Menit Sebelum Kereta Berangkat

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:58 WIB

Layanan Tertinggi Angleb 2026, Puluhan Ribu Pelanggan Berangkat dari Daop 2 Bandung

Berita Terbaru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat  47.807 pelanggan menggunakan layanan kereta api jarak jauh. PJ/Dok

FEATURED

Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani

Senin, 23 Mar 2026 - 12:59 WIB

Tampak para penumpang kereta api yang akan mudik ke berbagai daerah. PT KAI Daop 2 Bandung mencatat melayani 415 ribu pelanggan selama 12 hari Angleb 2026.

FEATURED

Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:57 WIB