Ini Dia Bisnis Unggul ditengah Pandemi

- Penulis

Senin, 18 Oktober 2021 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DALAM buku Manajemen Operasi, karangan Jay Haizer, Barry Render Bab 14 Halaman 640, mengilustrasikan Profil Perusahaan Global Wheeled Coach yang berkantor pusat di Winter Park Florida.

Pabrik mobil ambulan terbesar didunia, bernilai $200juta adalah sebuah perusahaan pesaing internasional yang telah menjual lebih dari 25 persen kendaraannya kepada pangsa pasar diluar Amerika Serikat.

Sebagian besar lini produk dirancang dan dirakit secara khusus untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan keinginan konsumen, dengan melakukan MRP memberikan keunggulan Kompetitif bagi Wheeled Coach.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merebaknya virus corona, membuat setiap orang hidup dalam ketidakpastian (uncertainty) global. Oleh karena itu, kita harus mampu bertahan dan berinovasi dengan menciptakan ide bisnis sesuai kondisi saat ini. Bahkan setiap negara harus merespon perubahan alam dan persaingan teknologi secara komprehensif.

Respon tersebut dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan politik global, mulai sektor publik, swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil. Sehingga pandemic Covid-19 di era revolusi industri 4.0 saat ini dikelola menjadi peluang.

Perencanaan Kebutuhan Material MRP dan ERP

MRP dan ERP merupakan aplikasi yang banyak digunakan untuk bisnis di berbagai industri perusahaan.

Jika dilihat sekilas, keduanya memang sama karena mengandung istilah ‘perencanaan’. MRP (Material Requirements Planning) merupakan teknik atau sistem yang berfungsi untuk merencanakan jadwal yang dibutuhkan guna keperluan material.

Di dalam bahasa Indonesia, teknik ini dikenal sebagai Perencanaan Kebutuhan Material. Artinya, MRP merupakan sebuah rencana produksi untuk beberapa produk dengan tenggang waktu.

Sehingga nantinya bisa menentukan kapan dan berapa jumlah produk yang dipesan untuk setiap komponen suatu produk.

Sebagian besar, MRP memakai sistem atau perangkat lunak (software).

Tapi beberapa perusahaan menggunakan MRP secara manual. Sistem MRP memiliki 4 tujuan, diantaranya :

 

{1} Mengurangi jumlah persediaan

{2} Mengurangi lead time produksi dan pengiriman ke customers

{3} Komitmen pengiriman yang realistis kepada customers

{4} Meningkatkan operasi supaya menjadi lebih efisien.

 

ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan aplikasi modular yang berfungsi untuk mengintegrasikan area fungsional utama yang berasal dari proses bisnis industri perusahaan ke dalam sebuah sistem terpadu.

ERP diciptakan oleh Gartner pada tahun 1990 yang mendeskripsikan evolusi dari MRP dan MRP II yang keduanya berkembang dari manufaktur ke bagian lainnya dari perusahaan.

Sistem ERP bisa menjalankan hampir semua proses bisnis di dalam industri perusahaan. Karena sistem ini didukung teknologi canggih seperti database dan hardware.

Oleh sebab itu, banyak perusahaan industri menggunakan sistem ERP, karena sudah terintegrasi dengan berbagai bidang di sebuah perusahaan, mulai produksi, QC, QC, HRD, hingga marketing. Tentu sangat berbeda, karena MRP biasanya untuk perencanaan produk saja.

Ada beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika menggunakan sistem ERP, diantaranya :

{1} Integrasi antara bisnis dan akurasi data akan menjadi lebih baik.

{2} Perencanaan dan manajemen sistem informasi dengan lebih baik.

{3} Produktivitas dan efisiensi proses bisnis bisa meningkat.

{4} Prosedur dalam melakukan proses bisnis akan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan secara internasional.

Beberapa Indikator dalam MRP dan REP meliputi ; Permintaan Dependen, Persyaratan Model Persediaan Dependen, Struktur MRP, Manajemen MRP, Teknik Pengukuran LOT, Perluasan dari MRP, MRP dalam industry Jasa, Perencanaan dalam sumberdaya perusahaan (ERP).

Komentari

Berita Terkait

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan
Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026
Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata
Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis
Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga
PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast
Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu
Percepat Penanganan PPA dan TPPO, DP3AKB Jabar Gandeng Kemenham

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:00 WIB

Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:37 WIB

Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Berita Terbaru

Selama seminggu sejak beroperasi, tercatat 6000 lebih pelanggan menggunakan layanan KA Sangkuriang. PJ/Dok

FEATURED

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Belum cairnya anggaran Porprov 2026, membuat beberapa atlet di Jabar hengkang. PJ/Dok

FEATURED

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Petugas KAI Daop 2 Bandung menutup salah satu perlintasan sebidang ilegal. PJ/Dok

FEATURED

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB