BANDUNG, PelitaJabar – Tabrakan kereta Arro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Timur Bekasi Senin malam, menyisakan luka mendalam.
Update Selasa 28 April 2026 pukul 08.45 menyebutkan, 18 orang tewa dan 84 korban luka.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, dan kepada korban luka yang saat ini tengah menjalani penanganan medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya difokuskan pada penanganan korban dengan mengutamakan keselamatan dan kondisi setiap penumpang.
Proses evakuasi dan penanganan dilakukan secara hati-hati karena terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus.
Setiap langkah dilakukan dengan pertimbangan medis dan keselamatan agar penanganan dapat berjalan optimal. Tim medis, Basarnas, KAI, serta seluruh pihak terkait bekerja secara terkoordinasi di lapangan.
Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Wakil Menteri Perhubungan RI Suntana menyampaikan, Kementerian Perhubungan bersama KAI, Basarnas, dan seluruh pihak terkait terus melakukan penanganan secara intensif.
“Pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik,” kata Wamen Suntana.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
“Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI juga menyampaikan, barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found.
“Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut,” paparnya.
KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Akibat insiden tersebut, beberapa perjalanan KA juga di batalkan.
Diantaranya perjalanan KA Parahyangan (139) relasi Bandung – Gambir, yang sempat tertahan di Stasiun Karawang terpaksa dibatalkan sebagian untuk lintas Karawang-Gambir.
Begitu juga dengan KA Parahyangan (140) KA Parahyangan (140) relasi Gambir – Bandung yang berangkat Senin, 27 April 2026 pukul 23.05 WIB dari Stasiun Gambir juga mengalami pembatalan.
Selain itu, pada hari ini Selasa, 28 April 2026 perjalanan KA Parahyangan (137) relasi Bandung – Gambir dan KA Parahyangan (138) relasi Gambir – Bandung juga dibatalkan perjalanannya.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
KAI Daop 2 Bandung menyampaikan turut berduka cita atas insiden operasional yang terjadi di wilayah Bekasi Timur.








