SAMARINDA, PelitaJabar – Kabar gembira datang dari Cabang Olahraga (Cabor) taekwondo Jawa Barat, — setelah berhasil tampil sebagai Juara Umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kadet & Yunior berlangsung 22 hingga 26 April 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur.
Dari 32 atlet yang diikutsertakan dalam Kejurnas, atlet terbaik Jawa Barat berhasil membawa pulang ke “Tanah Pasundan” 14 medali emas. 3 perak dan 5 medali perunggu.
Hasil ini sekaligus mengantar tim taekwondo Jawa Barat yang didampingi Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov TI Jabar Bayu Firmansyah ini, — tampil sebagai Juara Umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Juara Umum kedua ditempati atlet taekwondo dari Jawa Tengah dengan mengumpulkan 9 medali emas, 6 perak dan 4 medali perunggu.
Sedang posisi juara umum 3 diperoleh tim taekwondo dari DKI Jakarta yang berhasil merebut 7 medali emas, 6 perak dan 7 medali perunggu.
Sementara tuan rumah Kalimantan Timur harus puas dengan posisi keempat dengan 6 medali emas, 9 medali perak dan 10 medali perunggu.
“Jawa Barat tidak ujuk-ujuk tampil sebagai Juara Umum pada Kejurnas di Samarinda. Semua kita siapkan secara maksimal, atur segala sesuatunya, termasuk program latihan, pola istirahatnya hingga makanan dan gizinya mesti disiapkan secara detail.”
“Peran pelatih dan offisial lainnya pun juga kita siapkan guna menjaga siklus pelayanan kepada atlet, sehingga terbentuklah atlet kadet & yunior yang memiliki kualitas yang siap bertanding dan siap membidik prestasi,” jelas Ketua Umum Pengprov TI Jabar Divie, SH. MH kepada Pj Minggu sore 26 April 2026.
Divie menyampaikan terimakasih atas perjuangan meraih prestasi terbaik sebagai Juara Umum.
Apa yang akan dilakukan Pengprov TI Jabar setelah Kejurnas ini?
Kang Divie begitu Ketua Umum Pengprov TI Jabar ini akrab dipanggil, menyebutkan dirinya meminta pengurus menjalankan program pembinaan yang berkelanjutan.
Hasil Juara Umum ini, adalah bentuk implementasi pembinaan atlet muda usia yang terus dilakukan Pengprov.
“Dengan pembinaan yang baik dan terprogram, maka para atlet otomatis dapat menjaga konsistensi menjadi juara. Yang jelas hasil yang diperoleh di Kejurnas akan menjadi evaluasi pemetaan menuju Pekan Olahrga Nasional (PON) mendatang di NTT-NTB tahun 2028 nanti ” pungkasnya. Joel








