BANDUNG, PelitaJabar – Tim karate Jawa Barat memantapkan target Juara Umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II yang berlangsung 11 hingga 26 Oktober 2025 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
“Target realistis tetap ada di 3 besar. Di PON lalu Sumut-Aceh, kami berada di peringkat kedua. Sesuai statement Kepala Bidang (Kabid) Binpres FORKI Jabar Pak Arif Hardiana, bukan tidak mungkin untuk tetap dapat mempertahankannya,” kata manajer tim Tanri Rizky Djabar kepada PJ Kamis 8 Oktober 2025.
Bahkan manejer muda asal perguruan Inkanas Pengcab FORKI Kota Bandung ini, senada dengan Sekretaris Umum (Sekum) FORKI Jabar Ir. Andrian Tedjakusuma.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di PON Beladiri sepertinya masih ada harapan untuk menjadi juara umum. Usaha dan kerja keras mungkin bisa dimaksimalkan. Insha Allah mudah-mudahan bisa kita raih dengan kerja sama tim yang lebih diutamakan,” ucap Tanri, menirukan Andrian.
Disinggung rival, disebutkan kekuatan para atlet karate merata.
“Kekuatan semakin merata. Dari manapun bisa menjadi saingan berat. Kami kuatir terlalu fokus pada daerah tertentu, bisa membuat lengah tim,” jelasnya.
Dirinya tidak memiliki srategi khusus untuk menghadapi lawan-lawan di PON Beladiri.
“Tdak ada strategi khusus, karena kebanyakan atlet senior sudah teruji kualitasnya. Selain itu ada beberapa atlet yang sudah dipulangkan dari Pelatnas yaitu Sandy Firmansyah (Inkanas-Kab. Subang), Huggies Yustisio (Inkanas – Kota Bogor) dan Reynal Martahan Naibaho (KKI-Kota Bandung.” pungkasnya.
Dikatakan, jika PON Beladiri di Kudus merupakan event perdana yang diikuti cabor Karate.
“PON Beladiri di Bogor-Bekasi Cabor karate tidak ada. Jadi ini PON beladiri pertama untuk karate,” ujarnya.
Tim PON Beladiri II Jabar 12 atlet turun di 10 nomor pertandingan. 9 nomor perorangan dan 1 nomor beregu yang terdiri dari 3 atlet putri dan 9 atlet putra. Terdiri dari 8 nomor kumite dan 1 nomor kata, 1 kata beregu. Para atlet kumite juga siap turun di nomor kumite beregu.
“Mulai tanggal 9 Oktober kita melakukan Pemusatan Latihan (Training Centre) di GOR Sazakawa. Kita hanya memantapkan dan menyamakan tujuan secara tim.” pungkasnya. Joel









