Kolaborasi Perkuat Posisi Bandung Sebagai Kota Destinasi Investasi

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Sekda Kota Bandung Zulkarnain saat berbicara di  Investment Forum 2025 di Hotel Aryaduta, Senin 17 November 2025. Dok

“Sekda Kota Bandung Zulkarnain saat berbicara di Investment Forum 2025 di Hotel Aryaduta, Senin 17 November 2025. Dok

BANDUNG, PelitaJabar – Kota Bandung terus memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu destinasi investasi paling menarik di Jawa Barat.Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mangatakan, masuknya berbagai investasi bukan hanya berpengaruh pada perkembangan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Selain mendorong perekonomian Kota Bandung menjadi lebih baik, kami berharap setiap investasi yang masuk dapat menambah peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya pada kegiatan Bandung Investment Forum 2025 di Hotel Aryaduta, Senin 17 November 2025.

Menurutnya, ada beberapa aspek yang membuat Bandung semakin kokoh sebagai destinasi investasi, seperti posisi strategis, aksesibilitas yang semakin baik dan kualitas SDM.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, peluang investasi di Bandung tidak hanya berasal dari aset pemerintah, tetapi juga dari lahan milik masyarakat.

“Ternyata banyak lahan milik swasta yang belum dimanfaatkan optimal. Mereka menunggu kesempatan dan inovasi agar aset tersebut dapat menghasilkan putaran ekonomi yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam forum investasi ini, Pemerintah Kota Bandung menegaskan adanya perubahan paradigma birokrasi.

“Kami tidak ingin menjadi birokrasi yang hanya menunggu. Kini kami menjemput bola, menyediakan ruang kolaborasi dan membuka peluang investasi secara lebih proaktif,” ujar Zul Sapaan Akrabnya.

Salah satu peluang investasi utama yang ditawarkan antara lain Proyek prioritas yang sudah matang yaitu Sekemala Integrated Farming: upaya mewujudkan pertanian modern dan ekonomi hijau.

Terdapat juga, Revitalisasi kawasan pasar: penataan pasar tradisional menuju pasar yang modern dan kompetitif.

Ia juga menyinggung tantangan keterbatasan lahan di Kota Bandung.

“Luas lahan rata-rata tidak besar, sekitar satu hektare. Harga tanah tinggi, tapi ini bukan hambatan. Justru ini tantangan bagi investor untuk menghadirkan inovasi,” pungkasnya. ***

Komentari

Berita Terkait

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama
Lemahnya Buffer Fisik dan Likuiditas Jadi Resiko Besar Bagi Indonesia
Pengangguran Capai 7,44 Persen, Pemkot Bandung Genjot Padat Karya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 13:45 WIB

Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih

Rabu, 15 April 2026 - 08:53 WIB

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

TP PKK Jabar resmi membuka Babak Penyisihan Wilayah I Lomba Paduan Suara

FEATURED

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Rabu, 15 Apr 2026 - 08:53 WIB