BANDUNG, PelitaJabar – Kasus tewasnya siswa SMAN 5 Bandung di Jalan Cihampelas yang diduga akibat bentrokan dengan pelajar lainnya, mendapat peehatian dari DPRD Kota Bandung.
Pimpinan DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mengungkapkan, meskipun secara regulasi urusan sekolah setingkat SMA domainnya ada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun DPRD Kota Bandung tidak berlepas tangan.
Pihaknya akan mendorong pengawalan kasus tersebut melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami di Forkopimda selalu berkoordinasi terkait segala hal di Kota Bandung ini. Salah satu anggota Forkopimda ini adalah Pak Kapolrestabes yang tentunya menangani kasus ini,” kata Kang Edwin didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono S.Si., S.H., usai menerima audiensi dari Forum Orang Tua Murid SMA Negeri 5 Bandung, di Ruang Rapat Bamus DPRD Kota Bandung, Selasa, 8 April, 2026.
Oleh karena itu, DPRD Kota Bandung akan membuat rekomendasi agar kasus ini tuntas dengan mengungkap pelaku dan menghukumnya.
“Kami juga mendorong agar forum orang tua ini juga beraudiensi dengan DPRD Jawa Barat agar bisa didorong pola pembinaan ke depannya bagi siswa setingkat SMA yang memang domainnya ada di pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Pihaknya mendorong agar forum orang tua ini juga beraudiensi dengan DPRD Jawa Barat.
Senada, Iman Lestariyono menyebutkan, kejadian tersebut harus mendorong semua pihak untuk melakukan perbaikan ke depannya.
“Termasuk soal peningkatan CCTV agar bisa mencegah perilaku kriminal,” ujarnya.
Seperti diketahui, kedatangan orang tua murid tersebut meminta pengawalan atas kasus tewasnya siswa SMAN 5 Bandung di Jalan Cihampelas.
“Kami datang ke sini untuk meminta dukungan dan pengawalan atas kasus tersebut dan berharap agar kasus serupa tidak terjadi di masa datang,” pungkas Firdan, orang tua korban. ***








