Libatkan Akademi Dan Pakar Pemkot Kaji PSBB

- Penulis

Selasa, 14 April 2020 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar -Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji kemungkinan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kajian tersebut menjadi bagian dari rencana pelaksanaan PSBB Bandung Raya.”Saya sudah menginstruksikan Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 (Ema Sumarna) untuk menyiapkan kajian. Ini akan melibatkan akademisi dan pakar. Ini akan menjadi dasar Kota Bandung menghadapi PSBB,” jelas Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, Senin (13/04/2020).

Hasil kajian Kota Bandung juga akan menunggu hasil kajian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Karena PSBB melibatkan daerah lain yang bertetanggaan dengan Kota Bandung.

“Kita mengkaji yang lokal Kota Bandung. Beliau (Gubernur Jabar, Ridwan Kamil) mengkaji Bandung Raya. Kita bagian dari Bandung Raya,” jelas Oded.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait PSBB Bandung Raya, Oded selalu berkoordinasi dengan gubernur dan kepala daerah lain dan Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung, dan juga Bupati Bandung Barat.

“Saya dengan kang Ajay (Wali Kota Cimahi) dan Kang Dadang (Bupati Bandung) sudah. Dengan Bupati KBB memang belum. Tetap Kang Ajay sudah berkoordinasi dengan Bupati KBB,” akunya.

Untuk di tingkat lokal Kota Bandung, kata Oded, saat ini Pemkot Bandung tengah mempersiapkan jangkauan tes Covid-19. Pasalnya, BNPB meminta Kota bandung untuk lebih banyak menjangkau orang untuk dites.

Untuk itu juga, Pemkot Bandung telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyiapkan alat tes.

Selain itu, Pemkot Bandung terus menyiapkan jaring pengaman sosial sebagai bantuan kepada warga yang terdampak Covid-19. Rls

Komentari

Berita Terkait

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI
Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI
Demi Keluarga, Rela Jadi Marbot, Kuli & Jual Pasir Hingga Disebut “Jenderal Santri”
Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Generasi Muda Lahirkan Inovasi Melalui Kompetisi
Jalur Cibeber-Lampegan Kini Bisa Dilalui
Lagi, Jalur Cibeber-Lampegan Tergerus, Daop 2 Targetkan Besok KA Siliwangi Bisa Lewat
Juri JNE Content Competition 2026 Sebut Tak Ada Istilah Salah Ketik
Dinilai Kontribusi, SEI Sabet Penghargaan di Listrik Indonesia Award 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 11:40 WIB

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Sabtu, 25 April 2026 - 11:00 WIB

Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI

Sabtu, 25 April 2026 - 00:15 WIB

Demi Keluarga, Rela Jadi Marbot, Kuli & Jual Pasir Hingga Disebut “Jenderal Santri”

Jumat, 24 April 2026 - 11:41 WIB

Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Generasi Muda Lahirkan Inovasi Melalui Kompetisi

Jumat, 24 April 2026 - 11:21 WIB

Jalur Cibeber-Lampegan Kini Bisa Dilalui

Berita Terbaru

USB YPKP sukses menggelar workshop internasional bertajuk

FEATURED

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Sabtu, 25 Apr 2026 - 11:40 WIB

Kadiskominfo Kota Bandung Henryco Arie Sapiie saat membeberkan program 'Ngulik' di Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, PJ/Dok

FEATURED

Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI

Sabtu, 25 Apr 2026 - 11:00 WIB

Petugas berhasil menyelesaikan perbaikan jalur rel pada petak jalan Cibeber – Lampegan, dan kini dinyatakan aman untuk dilalui. PJ/Dok

FEATURED

Jalur Cibeber-Lampegan Kini Bisa Dilalui

Jumat, 24 Apr 2026 - 11:21 WIB