SUBANG, PelitaJabar – Bungsu dari empat bersaudara ini paham betul jika ridho orang tua adalah ridhonya Allah.
Muhammad Rizaldi Hasibuan juga mengerti, apapun yang dilakukan, tidak akan berhasil jika tidak mendapatkan ridho Ilahi.
“Terutama ibu. Doa seorang ibu adalah senjata pamungkas untuk bertanding dan pintu untuk mengharap segala sesuatunya agar doa dikabulkan Allah. Saya sangat percaya hal itu. Karena itulah yang diajarkan agama saya. Dan pelajaran itu saya dapatkan dari keluarga sejak kecil,” ucap anak muda yang akrab di sapa Rizal ini kepada PJ Minggu 12 November 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peraih medali emas berturut-turut pada PON 2016 Jabar dan PON 2021 Papua ini mengingatkan, agar jangan sekali-kali menyakiti hati orang tua, terkhusus ibu.
Bicara soal beladiri taekwondo asal Korea ini bagi Rizal yang lahir 18 Agustus 25 tahun yang lalu itu, mengaku sudah mempelajarinya sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD).
“Dari kecil sudah belajar taekwondo. Awalnya sih diajak Om dan ayah sampai sekarang. Taekwondo itu unik. Bagi saya sangat spesial karena beladiri ini mengkhususkan dengan keterampilan kaki. Jadi, ya saya senang,” tutur pria yang memiliki tinggi badan 180 cm dan tinggal di Jalan Riung Ampuh No.6 Kota Bandung ini.
Anak pasangan A Halim Hasibuan (ayah) dan Siti Fatimah (ibu) ini sudah menyelesaikan S-1 Pariwisata, Management Resort & Leisure UPI Bandung.
Bak kata pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Rizal berhasil menyelesaikan kuliahnya dan juga mengukir prestasi di dunia olahraga taekwondo.
“Tak ada kesuksesan yang akan di dapat tanpa adanya dukungan kedua orang tua. Dapat menyekesaikan kuliah lalu berprestasi di taekwondo itu sudah saya rasakan berkat orang tua khususnya ibu. Sekali lagi khusus ibu. Ini yang paling berperan karena dukungannya melebihi kekuatan yang ada pada diri saya,” tegas Rizal.
Soal medali emas yang di dapat di Porprov XIV tahun 2022 lalu di Kabupaten Subang, Rizal merpersembahkan untuk kedua orang tuanya.
“Medali emas ini saya persembahkan pastinya untuk orang tua saya dan keluarga. Dan terkhusus untuk Kota Bandung tercinta. Ini emas yang sangat spesial,” katanya.
Kenapa..?
“Karena setelah 3 Porprov mulai di 2014 Kabupaten Bekasi dan 2018 di Kabupaten Bogor saya belum pernah memberikan medali emas untuk Kota Bandung. Dan baru terjadi di Subang mengalahkan Daffa dari Kabupaten Bogor sama-sama di Pelatda kelas Kyorugi 74 kg,” tambahnya.
Bagi Rizal, medali emas yang diperolehnya di Porprov Subang adalah sejarah karena mampu menorehkan tinta emas.
“Sangat berkesan dan bangga sekali. Akhirnya di akhir karir saya di taekwondo ini saya bisa menyumbangkan dan menorehkan tinta emas untuk Kota Bandung. Ahamdulillah bisa membawa tim taekwondo kota bandung juara umum pada Porprov 2022 ini,” ucapnya sambil menyebutkan berkali-kali syukur Alhamdulillah.
Diakhir percakapan Rizal berharap dirinya di taekwondo khususnya Jawa Barat semoga tetap bisa menjaga marwah juara di setiap pertandingan
“Semoga saya dapat memberikan kontribusi prestasi terbaik bagi Jawa Barat. Selain itu saya juga berharap muncul bibit bibit atlet baru yang lebih baik dari diri saya,” harapnya.
Baginya, yang terpenting adalah tetap mempertahankan marwah Jawa Barat sebagai kiblat taekwondo Nasional. Joel
Berikut Data Prestasi :
Emas PON JABAR 2016
Emas Kejurnas Banten Open 2017
Emas Kejurnas UPI Challenge 2018
Emas Kejurnas UIN 2018
Perungu Thailand Open 2018
Emas Pra PON 2019
Emas PON PAPUA 2021