GARUT, PelitaJabar – Satu unit Ambulance bantuan hibah Jepang yang dipinjam pakai oleh Rumah Sakit swata Medina, yang disinyalir milik Bupati Garut, Rudy Gunawan, ternyata menggunakan plat aspal alias bodong.
Dari penelusuran dan investigasi PJ, belum lama ini terungkap, satu unit ambulance jenis Toyota bill up bantuan hibah Jepang ini, sudah berubah memakai plat nomor polisi Z 9949 DA diduga palsu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini berdasarkan pengecekan pelitajabar.com ke Sambara Samsat mobile Jawa Barat ternyata tercatat merek Suzuki/tahun 2021, dengan model GC 415 V (4×2) M/T PS warna putih.
Dengan nomor rangka MHYGDN41VMJ4XXXXX dan nomor mesin G15AID4XXXXX nopol Z 9949 DA. Dimana telah diproses pada tanggal 2 Nopember 2023.
Berbeda dengan data yang diperoleh PJ, berdasarkan berita acara serah terima kepemilikan Hibah Jepang ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut justru mobil jenis Toyota.
Dalam berita acara barang inventaris berupa kendaraan dinas operasional milik Pemkab Garut nomor RT.06/1327/um tertanggal 27 Pebruari 2023 tercatat empat unit kendaraan jenis ambulance merek Toyota tahun produksi 2011-2013 dengan nomor chasis masing masing yakni TRH226-0011324,TRH221-0024090,TRH226-0008711 dan TRH226-0012584 yang ditandatangani Sekretaris Daerah, Nurdin Yana.
Terkait satu unit ambulance yang dipakai rumah sakit Medina dengan Plat nomor Z 9949 DA patut diduga palsu alias bodong. Bahkan, dokumen kepemilikan yang dipinjam pakai RS Medina pun tidak jelas baik BPKB maupun STNKnya.
Tak hanya itu, satu unit mobil ambulance yang dipinjam pakai ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut pun dengan nomor plat merah dinas Z 7572 D patut diduga bodong.
Sebab, berdasarkan keterangan yang dihimpun, empat mobil ambulance yang diserahterimakan ke Dinas Kesehatan masih dalam pengurusan dokumen dengan pihak pusat, baik BBN maupun kelengkapan lainnya.
Hal itu terlihat dua unit ambulance lainnya masih tersimpan di garasi dinas selama hampir 10 bulan lamanya hingga kini belum memiliki plat nomor sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sejak diserahterimakan empat mobil ambulance bantuan hibah jepang ke Dinas Kesehatan masih dalam pengurusan dokumen kepemilikannya termasuk soal kepabeanan dengan pihak bea cukai,” ujar Yodi Sirojudin, Sekretaris Dinkes beberapa waktu yang lalu.
Seperti diberitakan edisi sebelumnya, raibnya dua unit mobil ambulance selama 10 bulan terus mencuat menjadi viral dikalangan masyarakat Garut. Bahkan, setelah mencuat raibnya dua unit mobil ambulance, Kepala Dinas Kesehatan dr. Leli Yuliani membantah, dua ambulance yang raib tersebut adalah tidak benar.
Menurut dr. Leli, pihaknya mengklaim dipinjam pakai ke dinas sosial untuk penguatan Lapadruhama dan rumah sakit Medina untuk layanan ibu dan bayi.
Tersiar kabar, raibnya dua mobil ambulance Dinas Kesehatan serta satu unit kendaraan roda empat jenis Sedan Optima di Dinas Kebakaran kinii tengah dalam penyelidikan aparat hukum. Jang
foto garutnews