BANDUNG, PelitaJabar – Sebuah survei merilis, kepuasan warga terhadap layanan kesehatan di Kota Bandung mencapai 85,9 persen. Pemerintah Kota Bandung juga mencatat cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,39 persen, dengan jumlah peserta jaminan kesehatan sebanyak 2.583.777 jiwa.
Saat ini, layanan puskesmas 24 jam telah dihadirkan di antaranya di Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh layanan darurat dan persalinan tanpa harus selalu datang ke rumah sakit
Meski begitu, sejumlah tantangan perlu diperbaiki, terutama terkait waktu tunggu layanan di beberapa faskes, distribusi beban layanan antara puskesmas dan rumah sakit, serta kebutuhan peningkatan layanan di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Isu-isu ini juga menjadi perhatian dalam berbagai pemberitaan sepanjang satu tahun terakhir, terutama terkait antrean layanan dan kapasitas fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menjelaskan, tingkat kepuasan yang tinggi tersebut menunjukkan arah kebijakan layanan kesehatan yang sudah berada pada jalur yang tepat, namun tetap memerlukan peningkatan berkelanjutan.
“Angka kepuasan 85,9 persen menunjukkan masyarakat sudah merasakan manfaat layanan kesehatan. Tapi bagi kami, ini menjadi dasar untuk terus meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam memastikan akses yang lebih merata, mempercepat layanan dan memperkuat peran Puskesmas sebagai garda terdepan,” bebernya.
Ke depan, katanya, Dinas Kesehatan akan terus memperkuat layanan kesehatan primer serta meningkatkan integrasi layanan antara puskesmas dan rumah sakit agar pelayanan menjadi lebih efisien dan mudah diakses masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, layanan kesehatan akan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan kota.
“Kami melihat layanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu fokus kami ke depan adalah memastikan layanan ini semakin mudah diakses, kualitasnya terus meningkat dan menjangkau seluruh warga,” ujar Farhan.
Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan kualitas fasilitas, tenaga medis, serta pengembangan layanan berbasis teknologi. ***








