Pemkab Garut Alami Defisit Anggaran Rp 800 Milyar

- Penulis

Senin, 30 Oktober 2023 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, PelitaJabar – Akibat tidak cermat memproyeksi penghitungan neraca keuangan, Pemerintah Kabupaten Garut alami defisit anggaran Rp. 800 milyar.

Jebloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut, membuat Pemkab Garut tidak bisa membangun infrastruktur pada 2024 mendatang.

Hal ini terungkap dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2024, dimana defisit Rp. 800 milyar ini ditenggarai akibat banyaknya kebutuhan belanja daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab lain postur anggaran yang jomplang karena kurang cermatnya memproyeksi sisa lebih penghitungan anggaran (SILPA) 2023 dalam neraca keuangan yang tidak stabil.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana membenarkan kondisi defisit anggaran tersebut.

“Pemerintah daerah tengah melakukan evaluasi perencanaan secara matang dan secermat mungkin begitu juga neraca keuangan penerimaan daerah bersumber dari sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) APBD 2023, transfer daerah serta dari pendapatan lain-lain baik dari pusat, propinsi maupun daerah dari sisi regulasi PAD,” kata Nurdin, Senin, 30 Oktober 2023.

Diakui persoalan yang tengah dihadapi sebenarnya bukan defisit anggaran pada tahun 2024 yang harus dianggarkan pada tahun ini, melainkan membengkaknya (overload) kebutuhan belanja.

Misalnya, kebutuhan belanja pegawai P3K yang mencapai Rp.518 milyar.

“Persoalan yang kini dihadapi, disatu sisi kondisi usulan yang overload dan ini mempengaruhi kebutuhan anggaran belanja yang membengkak, sementara disektor pendapatan daerah kita terbatas bahkan mengalami penurunan, satu sisi lain kebutuhan yang krusial wajib juga jauh lebih besar diperhatikan yakni soal belanja P3K yang mencapai sekitar 10 ribu orang,,” tuturnya.

Selain itu, kebutuhan Pilkada Nopember 2024 juga harus dianggarkan tahun ini mencapai lebih dari Rp. 100 milyar. Diantaranya untuk KPU, Bawaslu, Pengamanan termasuk Des Pilkada Garut.

“Belum usai persoalan belanja P3K, ditambah saat ini soal Pilkada karena itu juga pentjng, jika tidak dianggarkan, sangat beresiko tinggi bagi daerah,” ucapnya.

Oleh karena itu, Pemkab Garut akan mengurangi pembengkakan belanja, sehingga pada saat nota RAPBD 2024 disahkan, tidak terjadj lagi defisit anggaran.

“Yang menjadi pusat pemikiran saat ini adalah bagaimana kebutuhan pokok urusan wajib dilakukan oleh pemerintah daerah yakni, anggaran untuk belanja pegawai, Kesehatan, pendidikan infrastruktur, Dana Desa/Kelurahan itu tidak boleh digangu gugat karena sifatnya wajib,” tegasnya.

Disinggung jika tidak terpenuhi kebutuhan lainnya, Pemkab melakukan pinjaman daerah, Sekda Nurdin menegaskan tidak akan mengambil resiko lebih tinggi lagi.

“Lebih baik melakukan langkah efektifitas program kegiatan serta efesiensi anggaran bisa dengan langkah refocusing, atau optimalisasi PAD di sektor lain yang bisa menambah pendapatan daerah,”ujar Nurdin. Jang

Komentari

Berita Terkait

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta
TPA Sarimukti Over Kapasitas, Farhan Ajak Masyarakat Bijak Kelola Sampah
Komisi III Bahas Sejumlah Agenda dengan DSDABM Kota Bandung
Faktor Penurunan Kualitas Sinyal Wifi Berdasarkan Jarak dan Penghalang
Edwin Senjaya Beberkan Faktor Ini Bikin Indonesia Lemah
PB PSTI Keluarkan Surat Penundaan Musprov Jabar
Saat Bupati Genjot Wisata Garut, Disdik Justru Gelar Euforia di Yogyakarta
Koni Jabar Belum Terima Tembusan Rekomendasi PB PSTI

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:21 WIB

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:05 WIB

TPA Sarimukti Over Kapasitas, Farhan Ajak Masyarakat Bijak Kelola Sampah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:29 WIB

Komisi III Bahas Sejumlah Agenda dengan DSDABM Kota Bandung

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:43 WIB

Faktor Penurunan Kualitas Sinyal Wifi Berdasarkan Jarak dan Penghalang

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:29 WIB

Edwin Senjaya Beberkan Faktor Ini Bikin Indonesia Lemah

Berita Terbaru

PT KAI Daop 2 Bandung membatalkan perjalanan ke Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang akibat genangan air. PJ/Dok

FEATURED

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta

Minggu, 18 Jan 2026 - 20:21 WIB

Komisi III DPRD Kota Bandung bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menggelar raker membahas sejumlah agenda dan evaluasi program tahun 2025. Foto Cipt/Humaspro

FEATURED

Komisi III Bahas Sejumlah Agenda dengan DSDABM Kota Bandung

Sabtu, 17 Jan 2026 - 19:29 WIB

Kang Edwin Senjaya berpose bersama para kader TPK usai menjadi narasumber. Foto Cipta/Humaspro

FEATURED

Edwin Senjaya Beberkan Faktor Ini Bikin Indonesia Lemah

Sabtu, 17 Jan 2026 - 08:29 WIB