BANDUNG, PelitaJabar – Upaya membersihkan Kota terus dilakukan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran Rp348 miliar untuk pengelolaan persampahan pada tahun 2026.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, dari total Rp348 miliar, untuk kebutuhan utama pengelolaan sampah.
“Anggaran ini mencakup gaji petugas kebersihan, penyapu jalan, sopir, kru lapangan, pembayaran tipping fee ke TPA Sarimukti, biaya pengangkutan, BBM, serta operasional TPS 3R dan TPST,” bebernya Jumat, 6 Februari 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya juga mengalokasikan anggaran sebagai stimulus sarana dan prasarana pengelolaan sampah di kewilayahan, seperti tempat sampah terpilah dan gerobak sampah.
“Harapannya, ini bisa mendorong warga untuk mengelola sampah secara mandiri dan lebih ramah lingkungan,” tambah Salman.
Pemkot Bandung juga menyiapkan anggaran khusus untuk Program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Melibatkan 1.596 petugas Gaslah, mereka bertugas di setiap RW dan menerima honor bulanan.
“Total anggaran Gaslah sekitar Rp23 – 24 miliar. Petugas akan kami pantau dan awasi kinerjanya, serta secara bertahap dilengkapi sarana pendukung,” katanya.
Untuk program Kawasan Bebas Sampah (KBS), kini mencapai sekitar 500 RW atau 30 persen dari total RW.
“Target 2026 bisa mencapai 750 sampai 800 RW. Selain jumlah, kami juga menargetkan tingkat kepatuhan pemilahan meningkat dari 30 persen menjadi 50 persen atau lebih,” ungkap Salman.
Sementara upaya peningkatan partisipasi publik juga diperkuat melalui optimalisasi Bank Sampah Induk dan Bank Sampah Unit, kampanye edukasi berkelanjutan, serta penerbitan surat edaran Wali Kota Bandung terkait penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Pemkot Bandung juga mendorong integrasi program Kang Pisman dengan program lain seperti Buruan SAE dan Dapur Dahsat, sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah yang sirkular.
Untuk tahun 2026, Pemkot menargetkan pengolahan sampah harian. Dari 300 ton per hari, meningkat menjadi 500 hingga 600 ton per hari. ***









