Pemrov Jabar Butuh 25 RS Baru

- Penulis

Jumat, 12 Maret 2021 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. SUMEDANG, PelitaJabar – Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjalin kemitraan dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk pembangunan Rumah Sakit Pendidikan di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, saat ini, Provinsi Jabar membutuhkan sekitar 25 rumah sakit baru untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

“Saya sudah hitung Jawa Barat itu minimal butuh 25 rumah sakit baru. Jika kita mau menang lagi bila terkena pandemi, puskesmas kita itu dari 1000, minimal naik 7000,” kata Kang Emil sapaan –Ridwan Kamil Jumat (12/03/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menjalin kemitraan dengan Unpad, Pemprov Jabar juga bermitra dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan direncanakan dilakukan dalam dua tahap. Tahap I pada 2021-2023 untuk beroperasi menjadi Rumah Sakit Umum (transisi ke Rumah Sakit Pendidikan). Pembangunan Tahap 2 pada 2024-2027 untuk beroperasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan.

Untuk pembangunan Tahap I, diusulkan pendanaan kemitraan dengan Jabar. Tahap 2, sumber dana diusulkan dengan KPBU atau mix funding.

Rencananya, Rumah Sakit Pendidikan akan dibangun di kawasan kampus Unpad Jatinangor, dekat dengan jalan provinsi dan akses tol. Lokasi yang telah disiapkan untuk pembangunan Rumah Sakit ini seluas 41.868 meter persegi.

Rumah Sakit yang akan dibangun merupakan Tipe A dengan kapasitas 900 tempat tidur. Direncanakan memiliki 18 layanan spesialistik dan 12 sub spesialistik,  juga akan memiliki layanan unggulan terkait infeksi dan onkologi.

Rektor UNPAD Rina Indiastuti mengatakan, pembangunan rumah sakit pendidikan itu menjadi salah satu upaya UNPAD dalam membangun Jabar melalui bidang kesehatan.

“Kami ingin ikut membangun Jawa Barat lewat bidang kesehatan,” kata Rina.

Rumah Sakit Pendidikan itu memiliki fungsi menjadi rumah sakit rujukan layanan tersier bersama dengan RSUP dr Hasan Sadikin, sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di Jabar, serta menjadi pusat penelitian kesehatan di Jabar.

“Kami juga menerapkan Academic Health System. Maka dengan jejaring yang luas di Jawa Barat, Insyaallah benefitnya akan dinikmati oleh jejaring puskesmas yang ada di wilayah Jawa Barat,” pungkasnya. Rls

Komentari

Berita Terkait

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal
Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:33 WIB

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB

Dr. Nuryadi. MPd

FEATURED

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Jan 2026 - 20:33 WIB