Pemudi Persis Ikut Berperan Atasi Masalah Sampah di Kota Bandung

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Pemudi Persis Jabar. PJ/Dok

Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Pemudi Persis Jabar. PJ/Dok

BANDUNG, PelitaJabar – Persoalan sampah tak hanya tugas pemerintah, namun warga Kota Bandung wajib membantu. Pemudi Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat, turut mengambil peran nyata terkait isu krusial sampah.

“Dakwah tidak cukup dijalankan dengan semangat semata. Ia menuntut kualitas kader, keteguhan nilai, dan keteladanan sikap. Kader Pemudi Persis harus hadir sebagai teladan di keluarga, organisasi, dan masyarakat,” kata Ketua Pemudi Persis Jawa Barat, Nia Kurnianingsih disela Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Pemudi Persis Jabar di Auditorium Balai Kota Bandung, Minggu 8 Februari 2026.

Dikatakan, Muskerwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang pertanggungjawaban moral.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pentingnya penguatan kualitas kader sebagai fondasi kemandirian organisasi. Kader yang matang secara pemikiran, kokoh secara nilai, dan peka terhadap realitas sosial akan mampu melahirkan dakwah yang relevan dan berkelanjutan,” ucapnya.

Karena itu, Pemudi Persis Jabar membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, jamiyyah Persis, badan otonom, serta organisasi kepemudaan lainnya.

“Sinergi ini menjadi kunci agar dakwah dan pemberdayaan perempuan dapat menjangkau dampak yang lebih luas,” bebernya.

Sementara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi peran strategis Persis sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang kantor pusatnya di Kota Bandung.

Dikatakan, rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Gedebage hingga Legoknangka menghadapi berbagai kendala teknis.

“Masalah sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan teknologi. Kuncinya adalah pemilahan sejak dari rumah. Sampah itu tanggung jawab kita bersama bukan hanya pemerintah,” tegas Farhan.

Pemkot Bandung kini mendorong pemilahan sampah di tingkat RW melalui penugasan petugas pemilah (Gaslah) di setiap RW.

Dari lebih dari 1.500 RW di Kota Bandung, baru sekitar 400 RW yang menjalankan Kang Pisman.

“Tanpa partisipasi masyarakat, kita tidak akan pernah bisa menyelesaikan persoalan sampah. Perubahan paradigma harus dimulai dari rumah,” pungkasnya. ***

Komentari

Berita Terkait

Ultraverse Festival Mampu Alihkan 1,7 Ton Lebih Sampah & Turunkan 6600 Kg CO2e
Berapa Besaran Zakat Fitrah Idul Fitri 1447H, Berikut Perhitungannya
Kuatkan Nilai Kebersamaan, Pos Tebar Ratusan Paket Takjil
Bandung Masih di Persimpangan Jalan
Bojongloa Kaler Kecamatan Kemiskinan No 1, Dewan Minta Kerjasama Semua Pihak
Saat Musrenbang, Edwin Sebut Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
Berikut Spesifikasi New Veloz Hybrid EV dan Harganya
Tingkatkan Daya Saing Global, USB YPKP Gaet Perusahaan Konstruksi ROY Jepang

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:19 WIB

Ultraverse Festival Mampu Alihkan 1,7 Ton Lebih Sampah & Turunkan 6600 Kg CO2e

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:59 WIB

Berapa Besaran Zakat Fitrah Idul Fitri 1447H, Berikut Perhitungannya

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:07 WIB

Kuatkan Nilai Kebersamaan, Pos Tebar Ratusan Paket Takjil

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:18 WIB

Bandung Masih di Persimpangan Jalan

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:00 WIB

Bojongloa Kaler Kecamatan Kemiskinan No 1, Dewan Minta Kerjasama Semua Pihak

Berita Terbaru

PT Pos Property Indonesia, membagikan ratusan paket takjil. PJ/Mal

FEATURED

Kuatkan Nilai Kebersamaan, Pos Tebar Ratusan Paket Takjil

Jumat, 27 Feb 2026 - 17:07 WIB

FEATURED

Bandung Masih di Persimpangan Jalan

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:18 WIB