BANDUNG, PelitaJabar – Ketua Umum Pengprov Persatuan Softenis Indonesia (PESTI) Jawa Barat periode 2025 – 2030. — Andy KR Garna mengatakan, langkah pertama menjadi priorita adalah membentuk Pengurus Cabang (Pengcab) baru.
“Karena fakta menunjukkan kepengurusan kita di Pengcab itu memang kurang sampai saat ini. Maka kita harus segera bisa membentuk Pengcab baru,” ungkapnya usai dilantik di salah satu hotel di Bandung Selasa 16 Desember 2025.
Selanjutnya dia mendorong para Pengcab-Pengcab itu untuk segera mengirimkan daftar atlet yang bisa ikut Porprov.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Paling tidak bisa memiliki 10 Pengcab PESTI Kabupaten dan Kota, — yang akan membantu Pengprov PESTI Jabar. Sehingga pendistribusian atlet semakin baik,” bebernya.
Andy menggantikan Ketua lama Bambang Haryono, — yang sukses mengantar Jawa Barat juara umum pada PON lalu di Sumut-Aceh tahun 2024 dengan raihan 2 medali emas dan 1 perak.
“Sekarang yang aktif tujuh Pengcab. Ada tiga Pengcab baru termasuk dari Kabupaten Cianjur yang sudah berkomitmen akan dibentuk. Lalu Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat,” jelasnya.
KONI Jabar, lanjutnya memberikan keleluasaan membentuk Pengcab baru.
“Yang penting data atletnya dulu dikirimkan. Pengcabnya ini bisa menyusul. Tapi hang jelas kita sudah berkomitmen untuk membentuknya,” ujar Andy.
Diakui, beberapa daerah kekurangan atlet. Karena itu, pihaknya akan berusaha meminta Pengcab mengutamakan mencari bibit dan pembinaan.
“Selain itu kita juga akan membenahi dan menyempurnakan tata kelola organisasi. Terutama mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP), tata kelola keuangan hingga pemenuhan sarana dan prasarana,” lanjutnya.
Dalam program 100 hari kedepan ini, adalah pembentukan tiga Pengcab sekaligus sudah berjalan aktifitasnya. Kemudian dilanjut penyelenggaraan Kejurda.
Direktur Utama PT. Central Asesmen Indonesia ini akan melakukan
perbaikan tata kelola keuangan.
“Tata kelola keuangan yang kita mau mantapkan dulu. Supaya alur penggunaan keuangannya bisa lebih transparan dan lebih akuntabel,” sebut Konsultan Ditregident Korlantas POLRI ini.
Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI), Brigadir Jenderal (Brigjen) Dr. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. menyebutkan, dengan jumlah pecinta olahraga yang lebih banyak, potensi prestasi soft tennis bisa lebih maksimal.
“Soft tennis masih belum banyak dipahami masyarakat. Banyak yang keliru menganggapnya sama dengan tenis atau squash. Padahal perbedaan utamanya terletak pada bola dan raket yang digunakan,” jelas Awal Chairuddin.
Saat ini tugas PP. PESTI adalah mensosialisasikan soft tennis.
“Sosialisasi olahraga ini kepada masyarakat, perguruan tinggi, TNI dan Polri, termasuk lembaga seperti Aparatur Sipil Negara (ASN).
Lalu Roadshow ke sekolah-sekolah adalah hal yang penting.
“Saya berharap 17 Pengprov saat ini akan berkembang lebih baik lagi. Bukan hanya dalam jumlah Pengprovnya saja, namun pola pembinaannya di tingkat sekolah hingga perguruan tinggi yang memiliki fakultas olahraga,” harapnya.
Ketua Umum KONI Jabar Prof. Dr. HM. Budiana menyebut kepengurusan Pengprov PESTI Jabar dibawah pimpinan Andy KR Garna luar biasa.
“KONI Jabar menaruh harapan besar kepada ketua Pengprov PESTI Jabar masa bakti 2025-2030 Kang Andy ini.
Saya optimis Kang Andy beserta jajaran pengurus baru lainnya mampu membawa PESTI Jabar lebih maju dan berkembang,” pungkas Budiana seraya berpesan menjaga konsistensi dan soliditas dan konsistensi.
Hadir Dewan Pengawas Pengprov PESTI Jabar Gianto Hartono, SE dan Dika Chrisna Irzandi. Joel









