BANDUNG, PelitaJabar – Walikota Bandung Oded M. Danial berharap, tidak ada lagi pungutan tentang pemikul jenazah. Pasalnya, sejak akhir pekan lalu para pemikul jenazah sudah bertugas meski belum resmi menjadi Pekerja Harian Lepas (PHL).
Karena itu, pihaknya meminta proses pemakaman jenazah di TPU Cikadut tidak lagi memunculkan polemik tarif harga.
“Di Cikadut sudah selesai, (honorarium) sesuai dengan yang berlaku yang ada. Kalau sudah ada PHL, ya tidak boleh (ada pungutan),” ucap Oded, Senin, 1 Februari 2021.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Fajar ‘Apak’, koordinator pemikul di TPU Cikadut mengungkapkan, rekan-rekannya sepakat untuk lebih awal membantu proses pemikulan.
“Kita sebenarnya dari dua hari ke belakang sudah mulai membantu lagi,” kata Fajar.
Kini, para pemikul lebih terorganisir dengan baik. Kemudian kelompok yang bertugas juga diatur dalam daftar piket untuk tetap siaga selama 24 jam.
Fajar mengungkapkan dalam satu hari sebanyak 35 orang pemikul terbagi dalam tiga sif.
Satu kelompok piket akan bertugas Selama satu sif dengan durasi kerja 8 jam.
“Satu kali piket ada yang 12 orang dua tim dan 11 orang satu tim. Enam pemikul bisa bergantian biar bisa jaga tenaga,” terangnya.
Dengan adanya pengaturan jadwal ini, Fajar juga mengingatkan kepada rekan-rekannya untuk memanfaatkan waktu senggang untuk beristirahat. Mal
foto : ayobandung