BANDUNG, – Guna menggali potensi wisata, Pemprov Jabar menggelar Jabar Explore yang menjadi sarana ekspedisi dan eksplorasi peta rute wisata anyar.
bank bjb sebagai bank pembangunan daerah (BPD) sekaligus mitra kolaborasi Pemprov Jabar mendukung penuh kegiatan eksplorasi rute pariwisata baru ini.
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan Jabar Explore dapat menjadi sarana yang andal untuk mempromosikan pariwisata baru di Jabar kepada wisatawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pariwisata di Jabar sangat indah. Kita tahu bagaimana Jabar memiliki laut yang indah, pantai, gunung yang indah dan tentunya wisata di Jawa Barat ini harus ditingkatkan terus menerus salah satunya lewat kegiatan Jabar Explore ini. Kami berharap agar kegiatan ini juga dapat memberikan masukan kepada para wisatawan bahwa pariwisata di Jawa Barat itu begitu indah,” kata Yuddy di saat memberikan sambutan Jabar Explore di Gedung Pakuan Kota Bandung, Sabtu (5/12/2020).
Yuddy menuturkan bank bjb siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan wisata daerah ini, khususnya melalui dukungan kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergiat di sektor pariwisata maupun penunjang wisata lainnya di mana tim Jabar Explore juga diberi tugas untuk mencari potensi UMKM dalam penjelajahan mereka.
“Upaya ini menjadi bagian dari apa yang kami lakukan saat ini untuk meningkatkan kembali potensi-potensi ekonomi, khususnya UMKM.
Jabar Explore sendiri merupakan ajang penjelajahan rute dan potensi wisata baru di daerah pelosok Jabar dengan menggunakan kendaraan 4×4 offroad dengan jarak mencapai 580 km, titik start di Gedung Pakuan dan finish di Garut.
Rute yang melintasi berbagai daerah termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, kembali ke Tasikmalaya melalui jalur pantai selatan, lalu mencapai titik finish di Garut.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Jabar Explore ini harus menjadi ajang testimoni promosi.
“Jawa Barat punya keindahan yang sering kali kurang dipromosikan, karena ketidaktahuan maka tidak ada sebuah pergerakan. Jumlah curugnya saja atau air terjun lebih dari 400. Masih ada ratusan yang belum dieksplor,” jelas Kang Emil.
Dikatakan, masih banyak situs-situnya yang tersembunyi. Belum pantai yang tidak hanya Pangandaran yang dunia perlu tahu.
“Ini adalah strategi penguatan ekonomi lokal yang selama ini belum maksimal yaitu pariwisata lokal, pariwisata eksploratif yang akan dicari rute-rute dan promosinya. Mudah-mudahan bank bjb berada dalam koridor perjalanan itu,” pungkasnya. ***