PSBB Kota Bandung Berakhir, Ini Nih Data dan Fakta

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2020 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Dua pekan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB), laju pertumbuhan kasus positif Covid-19 di Kota Bandung mengalami perlambatan (-0,03). Begitu pula dengan laju angka kematian (-0,03) dan laju angka kesembuhan (-0,04) dibandingkan dengan 22 April 2020 (hari ke 1 PSBB).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung mencatat, selama 12 hari masa PSBB (22 April-3 Mei 2020) terdapat penambahan terkonfirmasi positif sejumlah 80 kasus, meninggal 7 orang dan sembuh 5 orang.

Tercatat mulai 17 Maret 2020 sampai 3 Mei 2020, penambahan kasus positif tertinggi terjadi pada tanggal 26 April 2020 sebanyak 36 kasus. Jumlah kasus positif tertinggi berada di Kecamatan Cicendo (29 kasus).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bandung hingga 3 Mei 2020 adalah 235 orang, meninggal dunia 35 orang dan yang berhasil sembuh sebanyak 22 orang. Dengan ODP Kumulatif sebanyak 3381, PDP Kumulatif sebanyak 647 orang. Sedangkan ODP selama PSBB diberlakukan adalah 461 orang, PDP 214 orang dan kasus positif 80 orang.

Data Bapelitabang menunjukan, mobilitas warga menunjukkan penurunan signifikan (58%) jika membandingkan pada awal PSBB tanggal 23 April (hari kerja). Tetapi jika membandingkan hari libur pada 26 April (Minggu) dengan 3 Mei (Minggu), terjadi kenaikan kendaraan masuk ke Kota Bandung sampai 26%. Secara akumulasi, pekan kedua PSBB mengalami kenaikan 33.80% dari pekan pertama pelaksanaan PSBB

Dalam rilisnya yang diterima PJ.Com Selasa (5/05/2020), pada hari ke-12 PSBB kepatuhan warga terhadap penerapan physical distancing meningkat sekitar 1,41%. Begitupun penggunaan masker, naik sekitar 2,63 %.

Namun secara umum masih banyak terjadi pelanggaran kepatuhan terhadap penegakan Perwal PSBB dilihat dari jumlah pelanggaran dan penindakan yang mulai meningkat.

Sedangkan terkait jaring pengaman sosial, bantuan yang bersumber dari APBD Kota Bandung, sudah terdistribusikan sebanyak 11.279 KK. Sedangkan bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi telah terdistribusikan sebanyak 2.005 KK.

Perlu dicatat, keberhasilan PSBB dalam penambahan kasus COVID-19 dilihat dari Angka reproduksi (Re). Re adalah angka reproduksi atau replikasi kasus Covid-19 secara keseluruhan hingga waktu kasus terakhir.

Angka reproduksi Covid-19 Kota Bandung yang dirilis oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan, sebelum PSBB (terhitung dari kasus pertama sampai 22 April 2020) adalah 1,14 dan setelah dilakukan PSBB (hingga 28 April 2020) terjadi penurunan menjadi 1,06. Namun penurunan sebesar 0,8 tersebut belum menunjukkan perubahan berarti pada angka reproduksi. Rls

Komentari

Berita Terkait

Farhan Minta Prakarsa RW Berdampak Nyata
Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi
Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:05 WIB

Farhan Minta Prakarsa RW Berdampak Nyata

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:16 WIB

Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Berita Terbaru

Farhan saat Siskamling Siaga Bencana. PJ/Dok

FEATURED

Farhan Minta Prakarsa RW Berdampak Nyata

Sabtu, 10 Jan 2026 - 15:05 WIB

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB