BANDUNG, PelitaJabar – Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) menyerahkan sejumlah miniatur atau maket kapal, untuk pembelajaran dan penelitian.
Dominikus Putranda Romo Ganggut, selaku General Manager Human Capital & Corporate Affairs PT SPI mengungkapkan, kerjasama ini menandai langkah penting dalam menghubungkan keahlian teknis antara praktisi dengan tim akademisi, melalui program seperti penelitian bersama.
Sektor logistik membutuhkan SDM yang sejak awal terbiasa dengan persoalan riil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seperti kita ketahui, ITB memiliki reputasi luar biasa dalam pengembangan teknologi dan efisiensi industri. Melalui program ini, SPIL berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem riset yang mampu melahirkan solusi-solusi disruptif, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan di sektor logistik,” beber Dominkus disela MoU di Laboratorium Logistik, Fakultas Teknik Industri (FTI) ITB, Jawa Barat, Senin 26 Januari 2026.
Dikatakan, daya tahan sektor logistik nasional yang terbukti tetap bergerak di tengah COVID-19.
Dengan jaringan yang menghubungkan 38 pelabuhan di Indonesia, SPIL memastikan distribusi kebutuhan pokok dan bahan baku industri dari Jawa hingga Papua tetap berjalan.
“Logistik tidak pernah benar-benar berhenti karena menjadi tulang punggung ekonomi,” paparnya.
Sementara Dekan Fakultas Teknik Industri ITB, Prof. Ir. Tirto Prakoso, S.T., M.Eng., Ph.D., menilai kolaborasi ini sebagai praktik nyata link and match pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri.
“Kami mewakili ITB Prodi logistik, tentunya sangat bergembira. Keterkaitan dunia pendidikan dengan perusahaan ataupun industri, dimana perusahaan tersebut akan menggunakan lulusan ITB, akan sangat berharga bagi kami,” ucapnya.
Menurutnya, kehadiran SPIL Research Centre di Laboratorium Logistik di ITB, akan memberikan akses bagi mahasiswa dan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan data dan kasus riil di lapangan.
“Kami berharap kolaborasi ini menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aplikatif bagi industri logistik nasional,” pungkasnya.
Acara peresmian ini diisi dengan rangkaian agenda resmi, meliputi serah terima maket kapal, prosesi pertukaran plakat, hingga peninjauan langsung fasilitas Laboratorium Logistik yang akan menjadi pusat kolaborasi ini. ***









