Pudarnya Sisi Kemanusiaan di Palestina

- Penulis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERBICARA tentang pengabaian dan kegagalan tentara umat, juga pernyataan bahwa perikemanusiaan sungguh telah mati, bukanlah metafora, melainkan sebuah fakta.

Melihat kenyataan ini, hati kami sakit, tercabik-cabik, karena kami benar-benar hidup dalam rumah duka.

Sejak 7 Oktober 2023, ketika entitas Yahudi (yang didukung dunia) memulai perang genosida terhadap rakyat di Gaza, seluruh dunia diam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal Yahudi bersama para sekutunya justru terus membantai anak-anak, wanita dan orangtua secara membabi buta di tanah Gaza.

Meski jutaan massa melakukan aksi turun ke jalan mengutuk genosida, nyatanya para pemimpin dunia islam tak bergeming, diam seribu bahasa.

Alhasil, rakyat Gaza menyatakan perikemanusiaan sungguh telah mati dan bertransformasi menjadi tubuh tanpa jiwa.

Padahal, mereka meyakini, rezim-rezim yang berkuasa atas umat berkekuatan dua miliar jiwa, mampu melakukan tindakan nyata, bukan hanya kutukan dan fatwa tanpa aksi.

Namun sebaliknya, rezim-rezim malah makin terjerumus ke dalam pengkhianatan, memihak dan tunduk pada komando kaum fir’un.

Erdogan misalnya, menyuplai entitas Yahudi dengan produk-produk industri Turki.

Ibnu Salman di Jihaz, mengirimkan buah-buahan dan sayur-sayuran sembari memperketat blokade di Gaza.

As-Sisi dari Mesir memeras rakyat Gaza, memperdagangkan darah mereka, mengeksploitasi segala kebutuhan mereka, dan memasok persenjataan untuk Yahudi dari pabrik-pabrik militernya.

Para penguasa muslim telah melakukan pengkhianatan terhadap rakyat Gaza. Jangankan menyeru untuk berjihad, mereka malah membenamkan kepala ke dalam pasir seakan tak peduli, naudzubillah.

Persatuan Ulama Muslim Dunia, seakan impoten. Sikap khianat dan pengecut ini membuat rakyat Gaza putus harapan.

Sungguh, mereka telah kehilangan asa pada seluruh perikemanusiaan dan rezim-rezim negeri muslim.

Tidak ada lagi yang tersisa, kecuali Allah Swt Yang Maha Perkasa, Yang Menyiapkan Pertolongan (nashr) bagi mereka dari arah yang tidak disangka-sangka.

Semoga pertolongan itu segera datang. Aamiin…

Wallahu a’lam bi ash shawaab

Oleh : Aghniya Assakhiyah (Pelajar, Tinggal di Parongpong KBB, Jabar)

Komentari

Berita Terkait

Musda Ulang, Epriyanto Pimpin Kembali PERBASI Jabar
Meski Diguyur Hujan Deras, Karnaval SCTV di Tegallega Berlangsung Semarak
Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI
Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI
Demi Keluarga, Rela Jadi Marbot, Kuli & Jual Pasir Hingga Disebut “Jenderal Santri”
Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Generasi Muda Lahirkan Inovasi Melalui Kompetisi
Jalur Cibeber-Lampegan Kini Bisa Dilalui
Lagi, Jalur Cibeber-Lampegan Tergerus, Daop 2 Targetkan Besok KA Siliwangi Bisa Lewat

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 11:04 WIB

Musda Ulang, Epriyanto Pimpin Kembali PERBASI Jabar

Minggu, 26 April 2026 - 00:01 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Karnaval SCTV di Tegallega Berlangsung Semarak

Sabtu, 25 April 2026 - 11:40 WIB

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Sabtu, 25 April 2026 - 11:00 WIB

Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI

Sabtu, 25 April 2026 - 00:15 WIB

Demi Keluarga, Rela Jadi Marbot, Kuli & Jual Pasir Hingga Disebut “Jenderal Santri”

Berita Terbaru

Epriyanto Kasmuri kembali terpilih memimpin Perbasi Jabar dalam Musda ulang. PJ/Joel

FEATURED

Musda Ulang, Epriyanto Pimpin Kembali PERBASI Jabar

Minggu, 26 Apr 2026 - 11:04 WIB

USB YPKP sukses menggelar workshop internasional bertajuk

FEATURED

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Sabtu, 25 Apr 2026 - 11:40 WIB

Kadiskominfo Kota Bandung Henryco Arie Sapiie saat membeberkan program 'Ngulik' di Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, PJ/Dok

FEATURED

Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI

Sabtu, 25 Apr 2026 - 11:00 WIB