Ratusan Petani Milenial Garap Tanaman Hias dan Ubi Jalar

- Penulis

Rabu, 2 Juni 2021 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Jawa Barat (Jabar) sudah menuntaskan seleksi program Petani Milenial yang akan mengembangkan dua komoditas unggulan, yakni tanaman hias dan ubi jalar.

Kepala DTPH Jabar Dadan Hidayat mengatakan, pihaknya melakukan seleksi pada 1.961 pendaftar Program Petani Milenial, di mana sebanyak 469 lolos menjadi calon petani milenial (CPM). Dari 469 orang tersebut kemudian dilakukan Pre-Screening oleh bank bjb.

“Diperoleh 428 calon petani milenial. Yang 428 CPM ini sudah mengumpulkan berkas pengajuan KUR bjb, dan saat ini akan segera diverifikasi oleh pihak bjb,” kata Dadan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

DTPH Jabar sendiri baru saja menyelesaikan pembekalan teknis dan dinamika kelompok yang digelar di tiga lokasi, yaitu Cimenyan 50 orang petani milenial dengan komoditas ubi jalar.Sementara Satpel BBH Margahayu Lembang untuk komoditas tanaman hias dengan jumlah 198 orang, dan BBH Pasir Banteng Jatinangor untuk tanaman hias pada 179 orang peserta.

Untuk dua komoditas ini DTPH sudah menjalin kerja sama dengan pihak offtaker PT Minaqu Indonesia untuk tanaman hias, dan CV SSMB untuk komoditas ubi jalar.

Dadan memastikan komoditas tanaman hias memiliki potensi yang menjanjikan, tak terkecuali untuk tujuan pasar ekspor. Sejauh ini, tanaman hias asal Jabar telah terbang dan diminati di berbagai negara, seperti ke Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, Kanada, Siprus dan Inggris.

Pihaknya sudah menyiapkan sedikitnya 16 jenis tanaman hias sebagai rekomendasi untuk Petani Milenial, antara lain aglaonema pictum, cyrtosperma hambalii, crystosperma goeldiana, dracaena jiewhoei, homalomena merah, homalomena hijau, homalomena Papua, piper Papua dan lain sebagainya.

Selain memiliki peluang pasar, tanaman hias juga cukup efisien secara modal juga luas lahan. Karena dengan luas shade house hanya 12 meter persegi, juga modal usaha kurang lebih Rp50 juta, jika dihitung setiap bulan, bisa menghasilkan rata-rata sekitar angka Rp16 juta untuk keuntungan petani milenial.

“Ini juga seperti yang dikatakan Pak Gubernur kalau bisa luas lahan seminimal mungkin. Contoh untuk tanaman hias dengan hanya luas 12 meter persegi atau dibulatkan saja menjadi 20 meter persegi, kalau punya luas lahan satu hektare, bisa menampung 500 orang petani milenial yang meminati tanaman hias,” kata Dadan.

“Kalau untuk komoditas ubi jalar kami merencanakan untuk penetrasi ada di Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur 4 hektare, di Tasikmalaya 2 hektare, di Majalengka 2 hektare dan di Plumbon Cirebon 2 hektare. Pertama lahan-lahan tersebut di atas, termasuk di Cikadu itu masih punya Pemda Provinsi Jabar di bawah kelola Dinas Tanaman Pangan Holtikultura,” tegasnya.

Di Cikadu itu kurang lebih ada 20 hektare, namun yang memiliki sumber air baru 4 hektare untuk ubi jalar dan 4 hektare sudah ditanami jagung oleh petani milenial juga. Nah untuk di Cikadu per hektarenya akan dikelola oleh lima orang. Jadi per orang akan mengelola 2.000 meter lahan.***

Komentari

Berita Terkait

Suroboyo 10K Pecah, Ribuan Pelari Semarakkan Sport Tourism
XLSMART Sabet Diamond Achievement in Emission Transparency
Latma DAGR 2026 Tingkatkan Kemampuan Operasi Khusus Kopasgat
Ayo Liburan Naik Kereta Api, Mumpung Ada Diskon
Pasar Kreatif Bandung 2026 Hadir di 8 Mal
Bulan Belanja Bandung 2026 Targetkan Perputaran Uang Ratusan Milyar
Ketua Perbasi Jabar Bicara Sosok Ideal Ketua KONI
Serapan Tembus 3 Juta Ton, BULOG Jawa Barat Sumbang 16 Persen untuk Nasional

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:52 WIB

Suroboyo 10K Pecah, Ribuan Pelari Semarakkan Sport Tourism

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:52 WIB

XLSMART Sabet Diamond Achievement in Emission Transparency

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:26 WIB

Latma DAGR 2026 Tingkatkan Kemampuan Operasi Khusus Kopasgat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Ayo Liburan Naik Kereta Api, Mumpung Ada Diskon

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:39 WIB

Pasar Kreatif Bandung 2026 Hadir di 8 Mal

Berita Terbaru

Para pemenang di ajang lari Suroboyo 10K yang diinisiasi oleh bank bjb. PJ/Dok

FEATURED

Suroboyo 10K Pecah, Ribuan Pelari Semarakkan Sport Tourism

Senin, 8 Jun 2026 - 13:52 WIB

XLSMART) kembali meraih pengakuan melalui penghargaan “Diamond Achievement in Emission Transparency” dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2026. PJ/Dok

FEATURED

XLSMART Sabet Diamond Achievement in Emission Transparency

Minggu, 7 Jun 2026 - 17:52 WIB

Korpasgat TNI AU dan United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC) saat latma DAGR 2026. PJ/Dok

FEATURED

Latma DAGR 2026 Tingkatkan Kemampuan Operasi Khusus Kopasgat

Minggu, 7 Jun 2026 - 17:26 WIB

PT KAI menggelar program liburan hemat melalui diskon tiket 30 persen. PJ/Dok

FEATURED

Ayo Liburan Naik Kereta Api, Mumpung Ada Diskon

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB

Pasar Kreatif Bandung 2026 kini hadir di 8 Mal. Rangkaian Bulan Belanja Bandung ini, melibatkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan. PJ/Mal

EKONOMI

Pasar Kreatif Bandung 2026 Hadir di 8 Mal

Jumat, 5 Jun 2026 - 17:39 WIB