Resiko Bencana, Sekda Garut Ingatkan Masyarakat

- Penulis

Jumat, 28 Oktober 2022 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, PelitaJabar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menggelar Apel Gelar Pasukan guna Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Garut Tahun 2022, di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (26/10/2022).

Apel tersebut diikuti kepala SKPD, Organisasi kemasyarakatan, para relawan kebencanaan dan satgas atau TRC dari SKPD terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut , Nurdin Yana mengungkapkan, Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki risiko bencana alam yang sangat tinggi.

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2021, Kabupaten Garut menduduki peringkat resiko bencana ke-36 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia dan posisi ke-4 di Provinsi Jawa Barat.

‘Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya penyelenggaraan penanggulangan bencana yang baik, terencana, terarah, dan efektif yang dimulai dari tahap pra bencana, tanggap darurat, sampai pasca bencana,’ ucapnya.

Ia menuturkan, apel ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan dan kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman bencana khususnya bencana hidrometeorologi di Kabupaten Garut, yang selalu mendominasi di musim penghujan, selain setiap bulan Oktober ini selalu diperingati sebagai  Bulan PRB l.

‘Sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia, pada Rakorna Penanggulangan Bencana Tahun 2022 yang lalu, mitigasi dan pengurangan risiko bencana harus menjadu fokus di dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, baik di tingkat nasional maupun di daerah,’ lanjutnya.

Nurdin juga mengungkapkan, paradigma penanggulangan bencana yang dulunya berfokus kepada upaya-upaya darurat, kini telah bergeser kepada upaya pencegahan, mitigasi, dan pengurangan risiko bencana. Ia berharap terlaksananya apel gelar pasukan ini dapat meningkatkan peran dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat dan seluruh pihak terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

‘Kami juga mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh pihak dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana, untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang mungkin timbul, khususnya bencana hidrometeorologi yang umumnya mendominasi di musim hujan saat ini,’ tuturnya.

Peringatan tahun ini mengusung tema ‘Bersama Kita Tangguh’, yang  bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya sadar bencana, mitigasi, dan pengurangan risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Garut, dan meningkatkan kapasitas daerah dalam penanggulangan bencana.

Menurut prakiraan, musim penghujan Tahun 2022 dan 2023 yang dikeluarkan oleh BMKG, saat ini Jawa Barat memasuki musim penghujan yang diperkirakan puncak pada penghujung tahun 2022 hingga awal tahun 2023.

‘Oleh sebab itu kami mengimbau agar seluruh pihak senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tadi, dalam rangka menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, sehingga dapat memberikan respon cepat, meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh bencana hidrometeorologi,’ lanjutnya.

Nurdin kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan di lingkungannya masing-masing, dari mulai hal terkecil dengan membuang sampah kepada tempatnya, melakukan pembersihan saluran drainase secara berkala, tidak mendirikan bangunan di daerah rawan bencana, dan senantiasa menjaga alam dan lingkungan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Garut Satria Budi berharap, melalui apel ini tercipta kolaborasi, sehingga dapat menyatukan persepsi dan langkah kepada masayarakat di daerah bencana. Jang

Komentari

Berita Terkait

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan
Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026
Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata
Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis
Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga
PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast
Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu
Percepat Penanganan PPA dan TPPO, DP3AKB Jabar Gandeng Kemenham

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:00 WIB

Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:37 WIB

Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Berita Terbaru

Selama seminggu sejak beroperasi, tercatat 6000 lebih pelanggan menggunakan layanan KA Sangkuriang. PJ/Dok

FEATURED

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Belum cairnya anggaran Porprov 2026, membuat beberapa atlet di Jabar hengkang. PJ/Dok

FEATURED

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Petugas KAI Daop 2 Bandung menutup salah satu perlintasan sebidang ilegal. PJ/Dok

FEATURED

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB