“Thriving on Turbulence”, Kisahkan Pos Indonesia Keluar dari Krisis Pandemi

- Penulis

Kamis, 13 Juni 2024 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KISAH : Dirut PosIND Faizal Rochmadi mengisahkan bagimana dia memimpin dan membawa PT Pos Indonesia Keluar dari Krisis Pandemi. PJ/dok

KISAH : Dirut PosIND Faizal Rochmadi mengisahkan bagimana dia memimpin dan membawa PT Pos Indonesia Keluar dari Krisis Pandemi. PJ/dok

BANDUNG, PelitaJabar – Berbagai krisis selama covid-19 melanda Indonesia, membuat sejumlah perusahaan oleng bahkan tutup. Namun tidak bagi PT Pos Indonesia yang kini menjadi PosIND, tetap berdiri kokoh ditengah insdustri jasa kurir meski harus tertatih-tatih.

Hal itu pula yang mengilhami Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menerbitkan sebuah buku berjudul Thriving on Turbulence, mengisahkan pengalamannya memimpin PT Pos Indonesia di tengah pandemi.

“Pos Bloc Jakarta ini adalah hasil dari konsep inno-collab,” kata Faizal di Book Talk dan Ngopi Sore bertajuk Sukses Memimpin di Tengah Chaos Pandemi, Rabu 12 Juni 2024, di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faizal bercerita tentang situasi yang ia hadapi pada tahun 2020, selepas ditunjuk sebagai Direktur Utama. Saat itu perusahaan mengalami double crisis: lingkup eksternal dan internal.

Dari sisi eksternal, industri sedang dihantam pandemi Covid-19. “Banyak mitra yang mengalami kesulitan. Berbagai macam industri juga mengalami chaos,” kata Faizal.

Sementara di internal perusahaan, Pos Indonesia juga mengalami permasalahan yang kompleks.

Ada tiga hal yang ia soroti sebagai faktor-faktor penyebab merosotnya performa Pos Indonesia. Pertama, finansial. Pos Indonesia mengalami pelemahan finansial. Revenue perusahaan berada di angka yang tidak baik.

Kedua, performansi bisnis. Pos Indonesia kalah bersaing dengan para kompetitornya. Utamanya yang paling kentara adalah portfolio bisnis di bidang jasa kurir dan logistik. Perusahaan ini tidak menjadi top of mind. Banyak konsumen yang merasa tidak puas dengan pelayanannya.

Krisis ketiga masalah kedisiplinan.

“Disiplin operasional hancur. Bagaimana kita mau memuaskan konsumen?” ucapnya.

Dalam tulisannya, Faizal strategi memimpin di tengah krisis adalah agilitas: kemampuan untuk bertindak lincah, cepat, dan tepat. Agilitas itu harus diamplifikasikan ke dalam lima aspek yakni; agile leadership, agile culture, agile digitalization, agile inno-collab, dan agile execution.

Hal yang menarik adalah terkait dengan agile inno-collabs, Ini adalah terminologi yang Faizal perkenalkan dalam bukunya. Gagasannya adalah bahwa inovasi tidak mungkin terlaksana tanpa adanya kolaborasi.

Ada tiga mantra yang mungkin dapat merangkum bagian inno-collab ini. Pertama, innovation without collaboration is impossible. Kedua, collaboration accelarate culture, dan ketiga from craftmanship to partnership. Faizal percaya, inovasi dan kolaborasi adalah sesuatu yang saling terikat satu sama lain.

“Kami sebagai perusahaan tidak mungkin dapat menyediakan semua sumber daya, kalau pun ada maka akan sangat memakan biaya. Oleh karenanya, kolaborasi adalah jalan pintas untuk mengakselerasi inovasi,” jelasnya.

Strategi kepemimpinan Faizal di tengah krisis, terbukti sukses mengantarkan Pos Indonesia keluar dari krisis. Tidak hanya itu, mampu bersaing dengan kompetitor, bahkan memenangkan persaingan pasar industri logistik.

Faizal punya rekam jejak baik dalam memimpin korporasi. Sebelum memimpin Pos Indonesia ia berpengalaman menangani berbagai perusahaan industri lainnya.

Pernah menjabat sebagai President Director TELIN Group dan BOD Chairman (2016-2019), BoC Telkom Sigma (2019-2020), Chief of Digital Business & Innovation Officer Telkom Indonesia (2019-2020). ***

Komentari

Berita Terkait

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan
Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026
Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata
Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis
Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga
PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast
Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu
Percepat Penanganan PPA dan TPPO, DP3AKB Jabar Gandeng Kemenham

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:00 WIB

Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:37 WIB

Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Berita Terbaru

Selama seminggu sejak beroperasi, tercatat 6000 lebih pelanggan menggunakan layanan KA Sangkuriang. PJ/Dok

FEATURED

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Belum cairnya anggaran Porprov 2026, membuat beberapa atlet di Jabar hengkang. PJ/Dok

FEATURED

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Petugas KAI Daop 2 Bandung menutup salah satu perlintasan sebidang ilegal. PJ/Dok

FEATURED

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB