BANDUNG, PelitaJabar – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan penjualan digital di Kota Bandung mengalami peningkatan pesat.
“Alasannya karena peningkatan pembelian produk secara online,” terang Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah di Focus Group Discussion (FGD) Survey Kebutuhan Konsumen Terhadap Keamanan dan Kenyamanan Sistem e-commerce, Jumat 25 Februari 2022.
Pertumbuhan UMKM di Kota Bandung bertambah hingga 180.000 usaha baru. Sedangkan aktivitas transaksi perdagangan daring meningkat hingga 150 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga produk dengan angka penjualan tertinggi di e-commerce tersebut antara lain: fesyen, makanan dan minuman, serta produk kesehatan.
‘Faktor ini didorong oleh tingginya daya beli dan pergeseran masyarakat untuk membeli tanpa tatap muka,” ungkap Elly.
Sejauh ini, beberapa upaya yang dilakukan Disdagin Kota Bandung dalam meningkatkan dan memfasilitasi pertumbuhan UMKM di Kota Bandung.
Pertama dengan menggelar pelatihan daring. Pada 2021, Disdagin Kota Bandung memberikan pelatihan kepada 600 pelaku UMKM di Kota Bandung.
“Rencananya tahun ini akan ada pelatihan secara daring untuk 500 pelaku UMKM,” ucap Elly.
Kedua ialah Pasar Kreatif Bandung 2021 di 9 pusat perbelanjaan di Kota Bandung dan menghasilkan omzet hingga 4,29 milyar.
Tahun 2022, Pemkot Bandung melalui Disdagin akan menggelar Pasar Kreatif Bandung di 6 pusat perbelanjaan.
Selanjutnya Bandung Week Market. Acara ini menjadikan produk ekspor sebagai orientasi untuk dijual. Acara ini diselenggarakan di Bali.
Keempat ada Bandung Hijab Fest 2021 yang digelar dua edisi pada April dan Oktober 2022. Pada edisi pertama, acara ini mendapat omzet hingga 2,1 milyar. Jumlah ini bertambah menjadi 2,6 milyar pada edisi kedua yang digelar pada Oktober 2022.
“Berkaca dari omzetnya, aktivitas di e-commerce ini sangat membantu pelaku UMKM dalam menjual produknya,” pungkasnya. ***