BANDUNG, PelitaJabar – Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Bandung Wawan Dewanta menyebut Ketua Umum Pengprov PSTI Jabar Prof. Sucipto, memiliki “rapor merah” dalam pembinaan dan peningkatan prestasi.
“Menurut saya pak Cipto secara emosional beliau baik untuk hubungan pribadi. Tapi dari sisi prestasi belum kelihatan. Sedangkan kepemimpinan baru dirasakan baik oleh para koleganya. Secara keseluruhan masih jauh untuk dikatakan baik. Jadi penilaian lebih cenderung ke rapor merah,” ucap Wawan Dewa, akrab disapa kepada PJ Senin 12 Januari 2026.
Soal pengakuan Ketua lama yang telah mengantongi banyak dukungan dari Pengcab Pengcab PSTI Kota dan Kabupaten, menururnya sah sah saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk dukungan boleh dan sah-sah saja. Saya meyakini bahwa dukungan dilakukan dan diminta dengan cara-cara yang tidak elegan. Lalu menganggap tidak ada calon lain yang mumpuni. Hanya pak Ciptolah satu-satunya,” kata Wawan Dewa.
Hal itulah yang menurut Wawan Dewa lagi, menjadi munculnya dukungan dari 21 Pengcab. Walau tidak tahu pasti Pengcab yang mana.
“Setahu saya ada beberapa Pengcab juga yang sudah habis masa jabatannya. Lalu diperpanjang dadakan demi terpenuhi kuota dukungan untuk dirinya.”
“Yang jelas sampai dengan saat ini info pelaksanaan Musprov belum jelas. Padahal kepengurusan pak Cipto akan berakhir tanggal 24 Januari 2026,” bebernya.
Terlebih, proses dari Musprov memiliki beberapa tahap yang mesti dilalui termasuk didalamnya penjaringan calon ketua,
Dirinya berharap Ketua yang baru nanti harus berkomitmen memajukan sepak takraw yang lebih baik dan berbuatlah adil serta transparan.
“Hal ini bisa terbukti dan dilakukan mulai dari pencalonan dengan mengikuti aturan yang berlaku,” tambahnya.
Guna menghindari prestasi jalan ditempat, pihaknya, meletakkan harapan itu ke pundak Balon Asep Purwantoro.
“Saya yakin teman-teman Pengcab yang lain punya harapan sama. Semua sepakat kok perbaikan. Dan saya gak usah sebutkan berapa Pengcab yang sudah mendukung Pak Asep Purwantoro. Biar nanti fakta yang bicara bukan “mimpi dukungan” atau menghayal. Gitu Kang ya,” pungkasnya. Joel









