Yadi Minta Pengurus & Pelatih Sebaiknya Mundur Jika Tak Siap

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan bersama Binpres Kang Cepi Gunawan. PJ/Joel

Ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan bersama Binpres Kang Cepi Gunawan. PJ/Joel

BANDUNG, PelitaJabar – Pengurus, koordinator pelatih dan pelatih yang tidak siap dan tidak bisa bekerjasama sebaiknya mundur dari NPCI Kota Bandung.

“Kekompakan itu adalah syarat mutlak. Bagaimana kita bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk menuju sukses jika kita tidak kompak,” tegas Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan, Rabu 11 Februari 2026.

Dia menilai, organisasi ibarat sebuah perahu. Jika dalam satu perahu saja sudah ribut-ribut nanti akan goyang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi saya tekankan disini, yang mau gabung dengan NPCI, ya harus satu visi dan satu misi ke depan,” tambah Yadi.

Kekompakan merupakan adalah diatas segalanya untuk sebuah organisasi.

“Jangan malah justru mengorek-ngorek masalah, mencari mencari kesalahan. Mari kita kompak. Kita perbaiki semua kesalahan yang ada dan memajukan NPCI Kota Bandung. Endingnya menjadi juara umum di Peparda tahun 2026 ini,” ingatnya.

Dia berpesan harus menjaga marwah NPCI Kota Bandung yang saat ini diamanahi kepadanya.

“Ujung tombak prestasi itu atlet dan pelatih. Jadi saya titip khususnya pelatih harus disiplin. Jangan bolong-bolong datang melatih. Jangan hanya memenuhi administrasi saja. Cuma nama doang gitu kan, karena sekarang tugas kita berat di Peparda,” ucap Yadi.

Dirinya optimis, dengan disiplin, kerjasama dan kekompakan semua elemen NPCI Kota Bandung, akan menjadi yang terbaik.

Kesadaran “mundur” pengurus dan pelatih yang tidak bisa sejalan, juga dibahas pada Rapat Pleno Desember 2025 lalu.

Senada, trio Binpres NPCi Kota Bandung Cepi Gunawan, Taufik dan Kang Hanu menyoroti para pelatih cabor yang terkesan malas kelapangan.

“Kalau kemarin-kemarin kami masih “longgar”, tapi tahun 2026 ini tidak bisa main-main lagi. Karena tahun ini adalah tahun “perang”. Selama ini pun kami tahu dan punya data pelatih cabor mana yang datangnya bolong-bolong seperti dikatakan pak Ketua,” pungkas Cepi.

Disiplin, kompak dan bekerjasama harus menjadi pondasi perang di Peparda 2026. Joel

Komentari

Berita Terkait

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama
Lemahnya Buffer Fisik dan Likuiditas Jadi Resiko Besar Bagi Indonesia
Pengangguran Capai 7,44 Persen, Pemkot Bandung Genjot Padat Karya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 13:45 WIB

Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih

Rabu, 15 April 2026 - 08:53 WIB

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

TP PKK Jabar resmi membuka Babak Penyisihan Wilayah I Lomba Paduan Suara

FEATURED

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Rabu, 15 Apr 2026 - 08:53 WIB