BANDUNG, PelitaJabar – Pertandingan cabang olahraga (cabor) sepatu roda di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, merupakan paling kacau. Selain persiapan, koordinasi antara tuan rumah dan daerah pun dinilai kurang baik.
“Cabor sepaturoda merupakan yang paling kacau di Porprov kali ini. Sampai hari ini untuk persiapan masih ada saja persoalan yang belum selesai,” tegas Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Bandung, Erry Sudrajat kepada PJ Rabu 28 Oktober 2026.
Mantan Sekretaris Umum KONI Kota Bandung ini bahkan menilai, untuk menyusun Technical Hand Book (THB) saja hampir 2 tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Parahnya kinerja Tecnical Delegate (TD) cabor sepaturoda tidak menguasai permasalahan. Itu pertanyaan yang sering muncul dari Pengcab-Pengcab Kabupaten dan Kota. Tuan rumah dengan TD kelihatannya tidak ada koordinasi, sehingga timbul masalah yang seharusnya berjalan dan lancar,” lanjutnya.
Dengan kondisi tersebut, Pengcab minta agar TD diganti.
“Tidak dijalani dengan baik padahal tugas dan DOP TD sangat jelas dan Peraturan Porprov sudah jelas,” ujar Erry kecewa.
Disinggung persiapan tim sepaturoda, berjalan dengan baik dan lancar. Dukungan KONI Kota Bandung pun juga dirasakan oleh para atlet. ada.
Berbeda dengan Porprov sebelumnya, tahun ini harus cerdas mengatur bantuan anggaran.
“Tapi bukan berarti yang lain tidakk dibantu. Malahan dari 19 atlett ada 4 atlet non kampus dan 1 pelatih. Jadi resiko dan tanggungjawab Pengcab itu semua,”sebutnya.
Target cabor di Porprov?
“Bicara target, harus di dukung dengan peralatan. Jika peralatannya terbatas akan sulit. Sepatu roda mahal, belum lagi ban dan bearing. Belanjanya kurang lebih hampir 20 juta,” jelasnya.
“Insha Allah target 2 medali emas terutama pada atlet yang masuk program KONI Kota Bandung yaitu Tunjangan Prestadi (Tupres) dan program Latihan Cabang Khusus (Latcabsus),” pungkasnya.
Pengcab Perserosi Kota Bandung menurunkan 19 atlet di nomor Speed, Freestyle dan Skateboard. Joel








