BANDUNG, PelitaJabar – Tiga faktor yang mengakibatkan kenaikan harga telur terjadi di Kota Bandung. Pertama, di Jawa Timur permintaan sedang meningkat memenuhi bantuan sosial (bansos), salah satunya pengadaan telur.
Faktor kedua, ada peningkatan di daerah produsen karena banyak pihak yang mengadakan tasyakuran dan halal bi halal.
‘Kemudian faktor ketiga adalah kenaikan harga pakan konsentrat ternak dampak dari bahan baku pakan yang naik,’ beber Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah, Rabu 16 Mei 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan, sampai saat ini, di beberapa distributor harga telur masih bekisar Rp30.500/kg. Pantauan Elly, per hari ini harga telur di tingkat distributor ada sudah mengalami penurunan Rp29.800/kg.
“Sudah ada penurunan dari tiga hari yang lalu di tingkat distributor sebanyak Rp1.200,” ujarnya.
Menurutnya, dengan harga di tingkat distributor semakin membaik, tidak lama pedagang telur di Kota Bandung juga harganya akan turun.
“Jika melihat kondisi sebentar lagi akan berangsur normal. Harga acuan untuk telur ayam ras berdasarkan peraturan badan pangan nasional RI Nomor 5 Tahun 2022, harga telur ayam ras Rp27.000/kg,” imbuhnya.
Seperti diketahui, selama dua minggu ke belakang sempat naik, harga telur ayam ras di Kota Bandung berangsur normal kembali.
Sudah dua minggu ini, harga telur ayam ras mengalami kenaikan. Seminggu setelah Lebaran masih Rp27.000-Rp28.000/kg. Bahkan terakhir di toko ritel Rp27.100/kg.
‘Tapi, selama 2-3 hari ini harga telur di tingkat distributor Kota Bandung sudah mengalami penurunan,’ pungkasnya.
Kenaikan harga telur rata-rata di pasar mencapai Rp33.000/kg. Pasokan terbesar telur ke Kota Bandung berasal dari Blitar, Jawa Timur. Jumlah distributor telur Blitar kurang lebih 30 orang.
Pasokan telur di kota Bandung berasal dari Blitar kurang lebih 60 persen. Sedangkan sisanya 40 persen dari Semarang, Medan dan Jabar. ***
foto : bandungkita.id









