Kesejahteraan Masyarakat Garut Jauh Dari Harapan

- Penulis

Senin, 3 Juli 2023 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, PelitaJbar- Kesejahteraan masyarakat Garut, jauh dari harapan. Hal ini tercermin dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selama satu dekade dibawah kepemimpinan Bupati Rudy Gunawan, terbilang masih rendah dalam mewujudkan masyarakat sejahtera.

“Minimnya intensitas PAD kabupaten Garut merupakan salah satu sumber  penerimaan daerah bisa saja pencerminan kemandirian daerah akan tidak akan terwujud,” beber Dudi Supriadi, Ketua DPD Laskar Indonesia Garut kepada PJ, Minggu 3 Juli 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlebih, isu krusial terlihat selama ini masih menjadi permasalahan, diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemiskinan ekstrem termasuk balita stunting, pengangguran, dan rendahnya pendapatan perkapita.

“Delapan janji politik selama kepemimpinan satu dekade Rudy Gunawan belum terwujud secara jelas dan nyata sesuai visi misi sebagai jargon politiknya,” tambahnya.

Dudi menyebutkan, dari data yang dimilikinya, selama sepuluh tahun di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Gunawan, PAD Garut hanya naik sekitar 62 persen atau Rp202.886.660.285, dari semula Rp324.329.660.481 pada TA 2014 menjadi Rp527.216.320.766 pada TA 2023.

Padahal nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Garut meningkat sekitar 41 persen atau Rp1.273.473.789.200 selama rentang waktu yang sama.

Sebagaimana tercantum pada Peraturan Daerah (Perda) Garut Nomor 13/2014 tentang Perubahan APBD TA 2014, dan Perda Nomor 15 /2022 tentang APBD TA 2023.

Sedangkan nilai PAD dibandingkan total besaran APBD-nya hanya sekitar 12 persen.

PAD Tahun Anggaran 2023 senilai Rp527.216.320.766. Dengan total besaran APBD-nya mencapai Rp4.367.018.882.452.

“Artinya, besar pasak daripada tiang,” kata Dudi lagi.

Selain masih rendahnya sumber PAD, sumber Pendapatan Daerah Garut pun didominasi Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat, dan Antar Daerah bernilai Rp3.804.053.827.083.

Sisanya dari Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp35.748.734.603.

“Bagaimana mewujudkan Daerah Mandiri, sementara kondisi PAD saja nyaris berjalan di tempat, sangat jauh kesenjangannya dibandingkan dengan kenaikan 645 persen anggaran dikeluarkan untuk kebutuhan Belanja Tak Terduga atau BTT,” tegasnya.

Kebutuhan BTT yang dianggarakan semula Rp9.480.000.000 pada TA 2014, kini  meningkat sangat tajah mencapai  Rp70.658.119.191 pada TA 2023.

“Malahan jika dirinci, kondisi PAD itu lebih parah. Lantaran di dalamnya masih terdapat PAD RSUD dr Slamet nilanya cukup besar. Namun PAD RSUD ini hanya berupa angka. Sebab dikembalikan lagi ke RSUD sebagai BLUD (Badan Layanan Umum Daerah),” imbuh Dudi.

Keprihatinannya atas kondisi PAD yang terkesan berjalan di tempat.

“Nyaris tak ada upaya atau kebijakan secara kongkrit dilakukan Bupati Rudy dalam mengelola keuangan daerah baik intensifikasi maupun ekstensifikasi PAD selama satu dasawarsa terakhir,” pungkasnya. Jang

Komentari

Berita Terkait

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal
Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:33 WIB

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB

Dr. Nuryadi. MPd

FEATURED

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Jan 2026 - 20:33 WIB