Terima Kunjungan DFAT dan LION Indonesia, Rendianan Ajak Warga Tinggalkan Asbes

- Penulis

Selasa, 21 November 2023 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNJUNGAN : Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga menerima kunjungan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia dan Local Initiative for Occupational Health dan Safety Network (LION) Indonesia, di Gedung DPRD, Senin (20/11/2023). Nuzon/Humpro DPRD Kota Bandung.

BANDUNG, PelitaJabar – Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga mengajak warga Kota Bandung untuk meninggalkan penggunaan asbes. Mengingat penggunaan asbes mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

“Memang penggunaan asbes di Kota Bandung sudah umum, tapi bagi yang bangunan baru mari kita tinggalkan asbes dan beralih ke bahan bangunan lain yang baik dan ramah untuk kesehatan,” beber Rendiana saat menerima kunjungan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia dan Local Initiative for Occupational Health dan Safety Network (LION) Indonesia, di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (20/11/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, bahan baku berbahaya yang berdampak karsinogenik dan menyebabkan kanker. Sebab ketika terhirup partikel asbes memiliki masa inkubasi 10-15 tahun di tubuh manusia.

“Asbes sudah umum digunakan dan dianggap praktis dan ekonomis. Pengganti atau alternatifnya ada, memang secara harga lebih mahal sedikit, tapi untuk kesehatan itu jauh lebih tidak ternilai harganya,” terangnya.

Ia menambahkan, sebagai bentuk keseriusan Kota Bandung terhadap pelarangan penggunaan asbes, maka sudah ada Perda Gedung dan Bangunan tahun 2019 yang khusus mengatur tentang pelarangan penggunaan asbes tersebut.

“Kota Bandung merupakan satu-satunya kota di Indonesia, yang eksplisit melarang penggunaan asbes. Hal itu tercantum pada pasal di Perda Gedung dan Bangunan tahun 2019. Mereka (DFAT Australia dan LION Indonesia) mengapresiasi kita akan komitmen tersebut,” pungkasnya.

Selain itu, penyakit yang disebabkan oleh asbes sudah memiliki kualifikasi tersendiri, yakni Asbestos. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan manusia hingga menimbulkan kanker.

Sementara itu, untuk di Kota Bandung sendiri pihaknya belum menemukan adanya laporan terkait penyakit asbestos tersebut. ***

Komentari

Berita Terkait

Perluas Layanan Perbankan, bjb Sambang Pasar Kebayoran Lama
Saham BJBR Menguat, Pasar Apresiasi Arah Transformasi bank bjb
Fokus Hadapi Electric, Bandung bjb Tandamata Siapkan Strategi
Unggul 3-0 dari Falcon, bjb Tandamata Siap Hadapi Electric
Mau Steak Enak Harga Murce, Sirloin Beefhouse Aja, Dijamin Bikin Nagih
KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI
Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung
Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:32 WIB

Perluas Layanan Perbankan, bjb Sambang Pasar Kebayoran Lama

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:49 WIB

Saham BJBR Menguat, Pasar Apresiasi Arah Transformasi bank bjb

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:14 WIB

Fokus Hadapi Electric, Bandung bjb Tandamata Siapkan Strategi

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:48 WIB

Unggul 3-0 dari Falcon, bjb Tandamata Siap Hadapi Electric

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:23 WIB

Mau Steak Enak Harga Murce, Sirloin Beefhouse Aja, Dijamin Bikin Nagih

Berita Terbaru

Hadapi Electric, Bandung bjb Tandamata Siapkan Banyak Opsi Racikan Strategi Sang Pelatih. PJ/Dok

FEATURED

Fokus Hadapi Electric, Bandung bjb Tandamata Siapkan Strategi

Selasa, 20 Jan 2026 - 21:14 WIB

bjb Tandamata unggul 3-0 melawan Medan Falcon. PJ/Dok

FEATURED

Unggul 3-0 dari Falcon, bjb Tandamata Siap Hadapi Electric

Selasa, 20 Jan 2026 - 20:48 WIB