Miris, Anggaran Miliaran Rupiah Pemkab Garut Tak Mampu Kurangi Kemiskinan

- Penulis

Selasa, 5 Maret 2024 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEMISKINAN : Pemandangan seperti ini banyak ditemui di Kabupaten Garut. PJ/Jang

KEMISKINAN : Pemandangan seperti ini banyak ditemui di Kabupaten Garut. PJ/Jang

GARUT, PelitaJabar – Meski anggaran miliaran rupiah, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tak mampu mengurangi angka kemiskinan. Alih-alih mengurangi, malah Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar merilis pada 2024 Kabupaten Garut masuk dalam urutan kedua kategori sebagai daerah termiskin setelah Kabupaten Bogor.

Terlebih, 260.480 atau 9,77 persen masyarakat yang tersebar di 42 kecamatan di Kabupaten Garut, masih dibawah garis kemiskinan, yang disusul Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Cirebon.

Tak hanya warga miskin saja, BPS juga mencatat, pengangguran di Kabupaten Garut mencapai 102.010 orang sebagai pengangguran terbuka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disebabkan masih rendahnya kesempatan kerja di wilayah tersebut.

Angka pengangguran terbuka didominasi oleh laki laki sebanyak 73.275 orang dan perempuan 28.735 orang.

Sementara, penyumbang terbesar dari rendahnya pengangguran terbuka berdasarkan tingkat strata pendidikan di Kabupaten Garut kebanyakan lulusan sekolah dasar sebesar 27.783 orang. Paling rendah ditempati oleh lulusan diploma dengan jumlah 2.104 orang.

Menyikapi hal itu, Ketua Umum FPPG (Forum Pemuda Peduli Garut), Asep Nurjaman, menilai Pemerintah Kabupaten Garut dinilai gagal mengatasi kemiskinan dan pengangguran selama satu dekade kepemimpinan Rudy Gunawan dan Helmy Budiman.

“Jadi selama 10 tahun dibawah kepemimpinan Bupati Rudy Gunawan dan Wakil Helmy Budiman tidak serius menyelesaikan kemiskinan dan pengangguran di kabupaten Garut,” tegas Asep kepada PJ Selasa, (05/03/2024).

Menurutnya, sorotan tajam yang selama inj menjadi polemik terkait data warga miskin, menyebabkan banyak bantuan tidak tepat sasaran.

“Kinerja Dinsos dalam menyelesaikan masalah data tidak kunjung selesai, sehingga banyak bantuan yang tidak tepat sasaran,” ucapnya.

Pihaknya juga mengkritisi program-program ceremonial yang dianggap menghabiskan anggaran tanpa output yang jelas.

Diantaranya Program Unggulan Gentakarya yang gagal mengentaskan pengangguran di Garut.

Karena itu dirinya meminta Disnaker Garut harus bertanggung jawab.

“Pasalnya jumlah pengangguran di kabupaten Garut masih tinggi, mencapai 102.010 orang,” pungkasnya. Jang

Komentari

Berita Terkait

Apa Kabar Bonus Atlet & Pelatih Sea Games KDM?
Arief Optimis “Quattrick” di PON Tercapai Jika Dana Mendukung
Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar
Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 10:27 WIB

Apa Kabar Bonus Atlet & Pelatih Sea Games KDM?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:33 WIB

Arief Optimis “Quattrick” di PON Tercapai Jika Dana Mendukung

Jumat, 17 April 2026 - 17:51 WIB

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Berita Terbaru

FEATURED

Apa Kabar Bonus Atlet & Pelatih Sea Games KDM?

Minggu, 19 Apr 2026 - 10:27 WIB