Perlu Workshop Untuk Optimalkan WUB Di Jabar

- Penulis

Jumat, 12 April 2019 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar — Agar Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelayanan Pengolahan Hasil Hutan (PPHH) Provinsi di Kabupaten Cirebon lebih eksis di masyarakat, DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendorong program tempat pelatihan (workshop, red). Ini perlu guna mengoptimalkan Wira Usaha Baru (WUB) di Jabar.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar, Abdul Rojak Muslim mengatakan, dari semua program unggulan yang di tawarkan, salah satu prioritas adalah tempat pelatihan agar UPTD lebih eksis di masyarakat.

“Intinya kalau ada softcopy atau proposal pengajuan yang sudah ada biar kami pegang, nanti kita akan rapatkan di komisi apa saja yang harus kita dorong,” jelas Abdul Rojak di Kantor UPTD PPHH Cirebon, Kamis (11/4).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan tersebut, untuk mengetahui perkembangan WUB di bawah kebijakan Gubernur baru. Karena, kebijakan sebelumnya, semua instansi harus ada WUB. Namun karena terbatasnya SDM dalam pengelolaan hasil hutan kayu dan bukan kayu, tidak menjadi bagian dari program penting.

“Padahal, seharusnya ada semacam workshop agar UPTD ini dapat dirasakan manfaatnya oleh dan untuk masyarakat secara langsung,” tegas politisi Golkar ini.

Namun sarana dan prasarana belum terakomodir. Diantaranya ruang belajar, showroom produk unggulan hasil hutan, asrama atau mess pengajar, laboratorium.

“WUB ini yang sudah di tata sedemikian rupa, harapan kita kebijakan baru hilang. Padahal, program WUB tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan, dimana kebijakan lama dan kebijakan baru, perbanyak workshop untuk mengoptimalkan potensi yang ada,” pungkasnya. Mal

Komentari

Berita Terkait

Kinerja Solid, Perseroan Bagikan Dividen Rp 900 miliar
Tekan Angka Pengangguran, Rizal Khairul Dorong LKP Lebih Dikenal Masyarakat
Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak, Toni Minta Negara Harus Hadir
Edwin Senjaya Sebut Kader Posyandu Punya Tanggung Jawab Besar
Lemahnya Buffer Fisik dan Likuiditas Jadi Resiko Besar Bagi Indonesia
Jadi Ketua PELTI, Tony Wijaya Akan Tingkatkan Prestasi Atlet Tenis
Komisi IV Kawal Kasus Kematian Siswa SMAN 5 ke Forkopimda
Asep Robin Ingatkan Pemkot Bandung Terkait Dokumen Cagar Budaya

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:12 WIB

Kinerja Solid, Perseroan Bagikan Dividen Rp 900 miliar

Rabu, 22 April 2026 - 10:15 WIB

Tekan Angka Pengangguran, Rizal Khairul Dorong LKP Lebih Dikenal Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 20:33 WIB

Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak, Toni Minta Negara Harus Hadir

Kamis, 16 April 2026 - 19:54 WIB

Edwin Senjaya Sebut Kader Posyandu Punya Tanggung Jawab Besar

Selasa, 14 April 2026 - 18:57 WIB

Lemahnya Buffer Fisik dan Likuiditas Jadi Resiko Besar Bagi Indonesia

Berita Terbaru

Selama seminggu sejak beroperasi, tercatat 6000 lebih pelanggan menggunakan layanan KA Sangkuriang. PJ/Dok

FEATURED

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Belum cairnya anggaran Porprov 2026, membuat beberapa atlet di Jabar hengkang. PJ/Dok

FEATURED

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Petugas KAI Daop 2 Bandung menutup salah satu perlintasan sebidang ilegal. PJ/Dok

FEATURED

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB