BANDUNG, PelitaJabar – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berjanji akan membangunkan venue khusus untuk Cabang Olahraga (Cabor) Taekwondo dalam waktu dekat ini.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada taekwondo Kota Bandung dengan terselenggaranya kejuaraan taekwondo ini. Luar biasa jumlah pesertanya,” kata Wakil Wali Kota Bandung Dr.H. Erwin, SE. MPd saat membuka Kejuaraan “Bandung Taekwondo Open” (BTO) 2025 di Sport Hall Gymnasium, Jumat 1 Agustus 2025.
Even yang menyedot banyak peserta ini, menurutnya dapat meneningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kota Bandung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bayangkan katanya ada lima provinsi juga yang ikut selain 27 Kabupaten dan Kota Se-Jawa. Jadi mereka belanja dan menginap di hotel-hotel Kota Bandung. Ini jelas secara tidak langsung Taekwondo memberikan kontribusi positif bagi Kota Bandung,” papar Erwin.
Karena prestasi itu, Pemkot akan membangunkan venue khusus cabor taekwondo.
“Saya akan mencoba membicarakannya dengan Walikota Bandung pak Farhan, apalagi katanya di cabor ini banyak para juaranya. Jadi saya pikir sangat pantas mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Bandung.” kata Erwin.
Karena itu, pihaknya dengan KONI dan Dispora akan mempersiapkan secara matang.
“Insyaa Allah, sebenarnya semua cabor mau ya rencananya di Gedebage. Cuma ini ya karena taekwondo peminatnya banyak sehingga butuh tempat khusus dan kita beri penghargaan khusus, ” katanya.
Sementara Ketua Pengcab TI Kota Bandug Master Dedi Heryadi merasa senang dan bangga atas penghargaan tersebut.
“Apa yang disampaikan Wakil Walikota merupakan kehormatan bagi kami keluarga besar taekwondo Kota Bandung. Memang selayaknya taekwondo mendapatkan perhatian lebih karena kita atlet dari segala posisi ada. Ada atlet Sea Games, PON, POPDA juga atlet Porprov. Pokoknya mulai dari atlet daerah, Nasional dan Internasional ada,” kata Dedi.
Bahkan, banyak atlet memiliki prestasi membanggakan.
“Saat ini pun kita lagi mempersiapkan 2 atlet kita ke Korea guna persiapan Olimpide 2028,” ucap Master Dedi, didampingi Humas Pengcab TI Kota Bandung Hermanto Sidik.
Soal kualitas venue, Master Dedi berharap tentunya representatif dan berkualitas.
“Ketika ke Thailand saya melihat langsung bangunan latihan atlet taekwondo bagus. Ukurannya mungkin 30 meter kali 50 meter. Sangat sangat luas sekali. Bahkan juga ada wisma penginapan atlet. Jadi wajar kalau Thailand melahirkan atlet juara Olimpiade,” pungkasnya.
Kejuaraan BTO ke-22 ini diikuti 2550 atlet yang berasal dari 201 unit. Serta menurunkan 89 wasit.
“Ada 10 wasit bersertifikasi Internasional, 54 wasit bersertifikasi Nasional dan 25 wasit yang bersertifikasi daerah,” pungkas Ketua Panitia pelaksana Dendje. Joel









