BANDUNG, PelitaJabar – Mengawali 2026, saham bank bjb (kode saham: BJBR) menunjukkan momentum positif yang konsisten di pasar modal. Per 15 Januari 2026, harga saham BJBR menyentuh Rp 840, atau secara year to date mencatatkan penguatan lima persen, mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental Perseroan.
Kepercayaan investor terhadap saham BJBR turut diperkuat oleh kebijakan dividen yang konsisten dan kompetitif. bank bjb tercatat sebagai salah satu emiten perbankan yang loyal membagikan deviden, dengan dividend payout ratio (DPR) di angka 65,50 persen, menempatkannya dalam jajaran bank dengan komitmen kuat terhadap penciptaan nilai bagi pemegang saham.
Kebijakan dividen tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja laba yang solid, tetapi juga disiplin pengelolaan modal yang sehat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan dividend payout ratio sebesar 65,50 persen, bank bjb berada di kelompok bank yang membagikan dividen 50 persen ke atas. Posisi ini menempatkan bank bjb sejajar dengan bank-bank nasional lainnya yang sama-sama membagikan separuh laba bersihnya sebagai dividen.
Di sisi lain, kepercayaan pasar terhadap bank bjb juga diperkuat oleh pengakuan eksternal. Perseroan memperoleh peringkat kredit dengan outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia kategori National Long Term Rating dengan peringkat AA- (idn)/Stable. Ini mencerminkan ketahanan profil risiko, kualitas manajemen, serta kemampuan menjaga kinerja keuangan secara berkelanjutan. Peringkat Stabil juga didapat bank bjb dari Pefindo dengan Corporate Rating idAA/Stable.
Selain itu, bank bjb tercatat sebagai konstituen berbagai indeks saham strategis, termasuk indeks yang menekankan aspek keberlanjutan dan tata kelola. Keikutsertaan dalam Indeks SRI-KEHATI, Infobank 15, serta IDX BUMN 20 memperkuat persepsi pasar terhadap kualitas fundamental dan tata kelola Perseroan.
Dari sisi inovasi, bank bjb secara konsisten menjalankan berbagai terobosan digital baik segmen ritel, UMKM, maupun korporasi. ***









