BANDUNG, PelitaJabar – Sekretaris Dinas (Sekdis) Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung Hendi Maulana Yusuf mengatakan, tagline sport tourism yang digagas Walikota Bandung M. Farhan akan mendorong event olahraga yang bersifat daerah, Nasional sampai Internasional.
“Turnamen ini luar biasa dan sesuai dengan keinginan Walikota pak M Farhan, — bahwa kota Bandung sebagai salah satu kota sport tourism. Begitu pula para anggota dewan,” ucap Hendi mewakili Kadispora Sigit Iskandar saat melepas Kontingen Tim Nasional (Timnas) A Indonesia menghadapi South East Asia Football Competition 2025, di sekretariat Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Bandung, komplek Stadion Sidolig Jalan Ahmad Yani, Jumat 7 November 2025.
Dikatakan, tim sepakbola SOIna Kota Bandung mewakili Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Oleh karena itu target kami adalah juara di turnamen ini. Apalagi kita menjadi tuan rumah dalam kompetisi ini, peluangnya sangat besar ,” kata Hendi.
Sebanyak 132 pesepak bola bertalenta khusus difabel intelektual dari enam negara akan bersaing dalam kompetisi ini yaitu Malaysia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.
Turnamen berlangsung mulai 10 hingga 15 November 2025 di Stadion Sidolig Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Upacara pembukaan akan berlangsung di Ballroom Hotel Ultima Horison, Senin malam 10 November 2025.
“Kompetisi ini menjadi wadah tahunan bagi atlet sepak bola bertalenta khusus di kawasan Asia Pasifik untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Turnamen ini juga menjadi simbol sportivitas, persahabatan, dan semangat inklusivitas dalam olahraga,” ujar Hendi.
Sementra Ketua SOIna Kota Bandung Abdul Karim berharap, turnamen internasional ini tidak berhenti sampai di sepakbola saja.
“Kalau memang atlet SOIna Kota Bandung memiliki prestasi mumpuni, bukan tidak mungkin bertanding diluar negeri. Banyak tantangan untuk mempersiapkan tim sepakbola SOIna bertanding di event Special Olympics Asia Pacific Football Competition 2025. Tidak semudah misalnya kita melatih pemain Persib. Kami melatih mereka dari nol,” sebut Abdul Karim.
Faktor kesabaran pun sangat diperlukan. Jika yang normal diperintah satu kali bisa memahami, atlet SOIna 10 kali belum tentu paham.
“Kami perlu kesabaran yang luar biasa. Frekuensi latihan pun harus terus dilakukan berkesinambungan. Disisi lain di turnamen ini rencananya semua duta besar negara yang ikut, akan diundang. Sejauh ini yang siap hadir baru dari Bangladesh,” ujar Abdul Karim.
Manajer sepakbola SOIna Kota Bandung, Sipat mengatakan, karena anak-anak yang tampil adalah anak-anak istimewa, otomatis harus ditangani istimewa pula.
“Saya jarang ngobrol sama mereka tapi cara pendekatan dengan memberi sesuatu. Jadi tipenya ada dua. Pertama saya dekati malu-malu. Kedua saya dekati, mereka curiga tapi setelah saya kasih sesuatu, mereka beranggapan saya orang baik,” pungkasnya seraya mengucapkan terimakasih kepada para orangtua atlet. Joel









