BANDUNG, PelitaJabar – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung, Andri Gunawan, S.AK., S.M., menegaskan tanpa literasi yang baik, masyarakat mudah terjebak dalam misinformasi, propaganda, dan polarisasi yang bisa merusak kualitas demokrasi.
“Karena itu, pendidikan politik berbasis teknologi harus diperluas, bukan hanya melalui sekolah formal, tetapi juga lewat komunitas, organisasi pemuda, dan lembaga masyarakat,” tegasnya usai membuka pelatihan literasi digital bertajuk “Pendidikan Politik: Penguatan Media Digital (Cyber Troops) dalam Menghadapi Tantangan Zaman” di Atlantic City Hotel, Kota Bandung, Jumat 28 November 2025.
Dikatakan, kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap derasnya peredaran informasi serta dinamika politik digital yang kian rumit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di tengah perubahan teknologi komunikasi yang cepat, kebutuhan masyarakat akan pendidikan politik yang adaptif dan cakap bermedia digital semakin mendesak,” ucap Andri.
Wakil Sekretaris Bidang Internal sekaligus Ketua Pelaksana, Vivi Sa’adiah, S.Ag., mengungkapkan, generasi muda memiliki peranan besar dalam menciptakan ekosistem digital positif.
“Dengan literasi digital yang memadai, anak muda dapat menjadi motor penggerak yang melawan hoaks dan mendorong diskursus publik yang lebih berkualitas,” pungkasnya.
Menghadirkan arasumber dari Marabunta Cyber Family, Sofi Putri Aulia, S.E., dan Muhammad Argi Putra Hadiansah, membahas strategi penggunaan media sosial serta peran cybertroops dalam komunikasi digital. ***









