BANDUNG, PelitaJabar – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan fokus ibadah kepada ribuan jamaah haji.
“Ini adalah undangan Allah SWT. Tidak semua yang mampu itu mau, dan tidak semua yang mau itu mampu. Maka kesempatan ini harus disyukuri dengan sebaik-baiknya,” kata Farhan saat melepas 1.679 jemaah haji asal Kota Bandung di Masjid Pusdai Jawa Barat, Rabu, 1 April 2026.
Mereka terdiri dari 739 laki-laki dan 940 perempuan, dengan rentang usia termuda berusia 16 tahun hingga tertua 91 tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Farhan menyebut, keberangkatan haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan suci yang tidak semua orang mendapatkannya.
Para jemaah akan diberangkatkan dalam lima kloter melalui Bandara Kertajati, dengan jadwal mulai 25 April hingga 17 Mei 2026.
Farhan mengingatkan para jemaah agar tidak teralihkan dari tujuan utama berhaji. Ia menyoroti kecenderungan sebagian jemaah yang terlalu fokus pada aktivitas di luar ibadah, seperti berburu oleh-oleh.
“Tidak ada kewajiban membeli emas atau oleh-oleh berlebihan. Jangan sampai energi habis untuk hal yang tidak wajib. Fokuslah pada ibadah,” imbaunya.
Menurutnya, pengalaman spiritual selama di Makkah dan Madinah jauh lebih berharga dibandingkan hal-hal bersifat material.
“Ibadah haji itu berat secara fisik. Jaga kesehatan, jangan memaksakan diri. Kalau sakit, ibadah tidak akan maksimal,” katanya.
Ia mengingatkan pentingnya mengikuti manasik haji sebagai bekal pemahaman teknis, termasuk membedakan rukun, wajib, dan sunnah dalam ibadah.
“Wukuf adalah puncak haji. Gunakan waktu itu untuk berzikir, bertobat, dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan tergoda hal-hal yang mengganggu kekhusyukan,” pesannya. ***








