PENGHARGAAN : Agung Fajar Bayu Ajie memperlihatkan piagam penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI Joko Widodo. PJ-Joel
BANDUNG, PelitaJabar – Tak perlu ditunggu-tunggu apalagi diharap-harap, biarkan semua berjalan apa adanya. Bekerjalah, dengan penuh disiplin sesuai tugas pokok dan fungsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Itu pula yang dirasakan seorang Agung Fajar Bayu Ajie. Sekretaris Umum NPCI Jabar ini mendapat penghargaan dari orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun. Sebuah penghargaan rutin diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap memperingati HUT RI 17 Agustus.
“Sangat berkesan dan sangat bangga. Sekarang bukti bagaimana ASN disabilitas sudah sangat di perhatikan berbagai pihak termasuk pemerintah. Terimakasih pak Jokowi,” kata Agung kepada PJ Minggu (13/09/2020).
Agung merupan ASN dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan ini mengatakan, penghargaan tersebut sangat berarti khusus bagi dirinya dan juga keluarga besar disabilitas.
“Kita sudah dipercaya menjadi ASN. Pemerintah sudah percaya pada disabilitas dan kita harus bisa bekerja sama dengan anggota masyarakat lain. Jadi jangan coreng kepercayaan itu. Lakukan tugas yang diberikan sebaik baiknya. Bergaul sesama ASN yang lain. Jangan terlalu menunjukkan keterbatasan fisik kita. Jangan minder. Tapi tunjukkanlah kemampuan kita sesuai bidang yang diamanahkan,” tutur Agung.
Yang paling penting, lanjutnya, melakukan pekerjaan harus ikhlas dan tanpa pamrih. Jangan pernah mengharapkan sesuatu dari setiap pekerjaan yang dilakukan.
“Berikanlah kepuasan kepada atasan kita dalam hal pekerjaan,” tambah mantan atlet atletik NPCI Jabar ini.
Kerhasilannya mendapat penghargaan dari Presiden, semata-mata bukan karena dirinya sendiri. Agung meyakini ada orang-orang dibelakangnya yang membantu.
“Saya ucapkan terimakasih kepada pak Bupati Kabupaten Kuningan H Acep Purnama SH MH dan juga pak Gubernur Jabar pak Ridwan Kamil yang telah merekomendasikan saya untuk mendapatkan penghargaan ini,” ucap Agung.
Ditanya orang berjasa lainnya pada dirinya, pria kelahiran 19 Agustus 1977 ini menyebut nama Supriatna Gumilar
Ketua NPCI Jabar yang berhasil merangkul semua elemen ini dikatakan Agung adalah mentor bagi dirinya.
“Tegas, kalem dan disiplin. Tiga sifat inilah yang membuat saya menjadikan Kang Supri “guru” saya. Belum lagi pergaulannya yang luas serta cepat dekat dengan siapa saja. Ini juga yang membuat saya harus siap mendampingi beliau sebagai Ketua NPCI Jabar dalam tugas mempererat silaturahmi antar NPCI se – Jawa Barat dan mewujudkan juara Lahir Bathin di Peparnas Papua,” jelas Agung.
Diakhir wawancara, Sekum NPCI Jabar yang jago berpantun ini menyampaikan pantunnya pada PJ.
“Aura kasih mas Tantowi, memakai dasi terbuat dari kertas, terimakasih pak Jokowi, teruslah berprestasi kaum disabilitas.” Joel