Atlet Peparnas Jabar ‘Menjerit’ Uang Saku Tak Kunjung Cair

- Penulis

Rabu, 3 November 2021 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPUA, PelitaJabar – Para atlet Pekan Paralyimpik Nasional (Peparnas) XVI Jawa Barat ‘menjerit’ menyusul tak kunjung cairnya uang saku atlet dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut beberapa atlet yang tidak mau ditulis namanya, sampai saat ini dan sudah beberapa hari di Papua di rekeningnya belum juga ada uang saku.

‘Saya tidak tahu kenapa belum juga ada uang saku buat kami yang mau bertanding di Papua. Dulu waktu Peparnas di Jabar, jauh sebelumnya uang saku atlet udah selesai, tidak ada keterlambatan. Tapi di Peparnas Papua, sudah beberapa hari, uang saku belum juga ada,’ kesal seorang atlet putra.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, dirinya mendapat informasi dari pelatih atau pengurus Cabor lainnya dari NPCI Jabar sudah mengajukan ke Pemerintah Provinsi.

‘Tapi yang dari provinsinya belum ada informasi. Sementara kami menunggu terus,’ katanya polos.

Menurut sumber yang diperoleh PJ, atlet Peparnas dari Provinsi lain sudah menerima uang saku dari NPCI nya.

‘Waktu penyambutan atlet di Stadion Lukas Enembe, saya ketemu dengan teman atlet provinsi lain. Saya tanya uang saku mereka dan katanya sudah cair seminggu sebelum ke Papua,’ kata sumber.

Seorang pelatih yang juga minta namanya tak disebutkan berharap Pemerintah segera mencairkan uang saku atlet, kalau memang sudah diajukan dari NPCI Jabar.

‘Perang udah di depan mata, tapi amunisi tidak ada. Saya takut hal ini berdampak secara psikologis pada atlet. Apalagi kalau ketemu atlet provinsi lain, mereka saling tanya soal itu itu saja,’ katanya.

Dirinya hanya bertugas sebagai pelatih bukan yang lain.

‘Tapi, sekarang harus pandai-pandai menenangkan atlet, terutama soal uang saku. Miris memang, masa udah berada di zona perang, para atlet masih terganggu dengan persoalan uang saku. Semoga Pemerintah segera membantu hal ini,’ harapnya.

Laporan Wartawan PelitaJabar Joel

Komentari

Berita Terkait

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga
PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast
Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu
Percepat Penanganan PPA dan TPPO, DP3AKB Jabar Gandeng Kemenham
Jaga Kelestarian Lingkungan, Larang Tebang Pohon Sepanjang Jalan Provinsi di Kota Bandung
KDM Serahkan Bantuan Bagi Korban KRL
Dirut KAI Lepas KA Sangkuriang Bandung–Ketapang, 1.076 Tiket Ludes Terjual
Musprovlub PSTI Jabar Batal, Menunggu Kinerja Caretaker Baru

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:08 WIB

PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast

Senin, 4 Mei 2026 - 13:48 WIB

Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:18 WIB

Percepat Penanganan PPA dan TPPO, DP3AKB Jabar Gandeng Kemenham

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:04 WIB

Jaga Kelestarian Lingkungan, Larang Tebang Pohon Sepanjang Jalan Provinsi di Kota Bandung

Berita Terbaru

Petugas KAI Daop 2 Bandung menutup salah satu perlintasan sebidang ilegal. PJ/Dok

FEATURED

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB

Ketua Tim Penyelaras Anrico Pasaribu menyerahkan naskah final AD/ART, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) kepada Ketua Umum Akhmad Munir, disaksikan jajaran pengurus dalam rapat pleno PWI Pusat Jakarta, Senin (4/5/2026). PJ/Dok

FEATURED

PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:08 WIB

Gubernur Jabar KDM jadi saksi pernikahan pasangan Tuna Rungu di KUA Bale Endah. PJ/Dok

FEATURED

Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu

Senin, 4 Mei 2026 - 13:48 WIB