BANDUNG, PelitaJabar – Para atlet sambo Jawa Barat memetik pengalaman berharga di ajang “World Youth & Junior Sambo” Championship” yang berlangsung di JSI Megamendung, Bogor.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Jawa Barat Irpan Akmal, MPd menyebutkan, pada Kejuaraan dunia itu Jawa Barat mengikutsertakan 8 atlet didamping seorng pelatih.
“Dari awal kita memang tidak memasang target, karena kita tahu lawan-lawan yang akan dihadapi cukup tangguh,” kata Irpan menjawab PJ Rabu 8 Oktober 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena pihaknya tak ingin membebani para atlet.
“Selaku Ketua Umum Sambo Jabar tidak mau membebani target. Kami hanya berharap anak-anak bisa masuk pada babak ke-2 saja,” kata Bang Irpan.
Tercatat 34 negara peserta turut ambil bagian pada Kejuaraan dunia sambo itu. Rata-rata dari negara Eropa Timur pecahan Soviet.
Secara tehnik diakui, para atlet luar memiliki kelebihan signifikan.
“Bagi atlet Sambo Jawa Barat, ini merupakan motivasi mereka. Paling tidak menambah jam terbang dan pengalaman bertanding para atlet di kancah Internasional,” ucap Bang Irpan.
Pada Kejuaraan Dunia Sambo yang berlangsung 3 -5 Oktober lalu itu, atlet Jabar kalah di babak pertama .
“Tapi secara teknik bantingan para atlit Jabar dapat memimpin poin. Hanya kalah saat detik-detik terakhir dengan patahan tangan, itu saja. Jadi memang harus ditingkatkan jam terbang mereka di level-level pertandingan Internasional ini,” paparnya.
Para atlet yang ikut Kejuaraan dunia Sambo itu, dipastikan menjadi tim PON Beladiri di Kudus 11- 26 Oktober 2025.
“Mereka adalah Shaqia, Ginaya, Giancarla, Rizki, M reivan, Reihan, Rafi dan Lionel didampingi pelatih Yusni Yohan,” pungkasnya. Joel









