BANDUNG, PelitaJabar – Mendengar Koperasi, mungkin sebagian orang masih menganggap kecil dan tidak berkembang.
Padahal siapa yang sangka, di luar negeri bahkan di Eropa, koperasi menjelma menjadi perusahaan “Raksasa”.
Kepala Seksi Organisasi Tata Laksana, Perlindungan dan Penyuluhan Koperasi pada Dinas KUMKM Kota Bandung, Erna Abdilah, mengungkapkan, jangan memandang koperasi kecil. Justru ditingkat Dunia, koperasi menjadi perusahaan-perusahaan besar seperti Barcelona.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada Koperasi Zen-Noh, koperasi pertanian di Jepang dan merupakan koperasi terbesar di dunia dengan anggota 10 juta orang; Koperasi Susu Campina di Eropa, Koperasi NTUC Fairprice dengan anggota 500.000 orang,” jelasnya saat berkunjung ke Sekretariat PWI Kota Bandung Jl Ahmad Yani No. 262 Bandung, kemarin
Menurutnya, yang perlu dibenahi adalah pemahaman masyarakat tentang koperasi masih kurang.
Termasuk anggota PWI Kota Bandung sendiri.
Dia melanjutkan, permasalahan yang dialami koperasi PWI Kota Bandung, banyak juga dialami koperasi-koperasi lainnya.
Sejatinya, koperasi didirikan dengan tujuan menyejahterakan kondisi sosial dan ekonomi para anggotanya.
“Di Kota Bandung, banyak koperasi TUKCING alias Dibentuk Cicing (Dibentuk lalu diam, red). Artinya hanya bisa membentuk atau mendirikan koperasi, sementara roda organisasi tidak berjalan karena keterbatasan pemahaman tentang koperasi”, ujar Erna.
Ketua Koperasi PWI Kota Bandung, Maman Suherman, melanjutkan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Pasalnya, Koperasi PWI Kota Bandung akan diaktifkan kembali.
“Dengan penjelasan tadi, kita semua jadi tahu, apa dan bagaimana koperasi yang baik itu. Kami ucapkan banyak terimakasih, semoga apa yang disampaikan oleh ibu Erna, tentunya para pengurus dan anggota PWI Kota Bandung dapat tercerahkan,” ungkap wartawan senior ini. Mal